Connect with us

Berita Utama

23 Terduga Aktivis FKM-RMS Diamankan

Beberapa warga yang ditangkap untuk dimintai keterangan oleh aparat keamanan karena diduga menjadi simpatisan FKM-RMS.-ist-

Ambon, ameksOnline.- Aparat keamanan  dibuat terperangah dengan perayaan HUT RMS ke-70, Sabtu 25 April 2020.  Meskipun telah mengerahkan 200 personil untuk melakukan pengamanan di Pulau Haruku yang dinilai sebagai basis FKM/RMS,  aparat kepolisian tetap kebobolan.

Pengibaran puluhan bendera RMS tetap terjadi di Desa Aboru, Kecamatan Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang merupakan salah satu dari kantong RMS.  Diluar dugaan, warga yang didominasi remaja dan anak-anak  juga  melakukan pawai mengelilingi kampung sambil mengibarkan bendera RMS. Kegiatan pawai ini disinyalir tidak terdeteksi sebelumnya oleh aparat intelijen. 

Hal ini terlihat dari sikap aparat keamanan  bersenjata lengkap yang hanya bisa terdiam mengawasi jalannya pawai. Puncaknya, tiga warga yang mengaku sebagai petinggi FKM/RMS mendatangi Polda Maluku pada Sabtu sore sambil membentangkan bendera RMS di Mapolda Maluku.  Benang raja juga dikibarkan disejumlah tempat.  

Dari informasi yang dihimpun,  selain Desa Aboru, bendera RMS juga berkibar  di Kudamati dan  Desa Latuhalat, Kecamatan Nusaniwe, Ambon.  Ditreskrimum Polda Maluku, Kombes     Harno yang dikonfirmasi via ponselnya, Minggu (26/4) menyebutkan, sudah 23  warga terduga  aktivis/simpatisan FKM/RMS telah diamankan dari sejumlah tempat. 

Sebagian dari mereka diamankan karena mengibarkan bendera, dan ada juga menyimpan bendera di rumahnya.  “Sudah diamankan  satu warga dari Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), 11 orang  dari Kabupaten Malteng , tujuh diantaranya dari salah satu desa yang ditangkan pada 25 April dan empat orang ditangkat 26 April.  Polresta Ambon mengamankan  delapan  orang  termasuk  tiga dari Pulau Haruku,  dan  5  warga  Ambon termasuk pengibaran bendera di Latuhalat dan tiga warga di Mapolda Maluku. Jadi kamu hitung saja (jumlah 23),”ungkapnya.  

Harno mengaku, puluhan warga yang diamankan tersebut  diperiksa di Polsek dan Polres masing-masing wilayah.  Sedangkan  tiga petinggi FKM/RMS telah ditetapkan sebagai tersangka di Mapolda Maluku.

“11 warga yang diamankan  di Malteng  tidak ditahan,  tapi penyelidikan terhadap mereka tetap berjalan, termasuk satu warga di Kabupaten SBB. Sedangkan mereka yang diamankan di Polresta Ambon dan Mapolda Maluku masih dalam pemeriksaan. Untuk Polresta Ambon mereka masih saksi,”jelasnya lagi.  

Tiga  warga yang mendatangi Mapolda Maluku lanjut Harno, sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Keterangan ini juga diperkuat oleh Kasubaghumas Polresta Ambon,  Iptu, Julkisno Kaisuppy yang menyatakan  delapan warga terduga aktivis FKM/RMS menjalani pemeriksaan.

Bantah Mapolda Maluku Kebobolan 

Ditreskrimum Polda Maluku, Kombes     Harno membantah Mapolda Maluku telah kebobolan, dengan kedatangan tiga pentolan petinggi FKM/RMS sambil membentangkan bendera RMS pukul 15.45 Wit,  Sabtu sore. 

Tiga orang yang mengklaim diri sebagai petinggi Perwakilan pemerintahan  FKM/RMS  di  Maluku,  Abner Litamahuputry (Wakil Ketua perwakilan pemerintah FKM/RMS di tanah air), Johanes Pattiasina (Sekretaris) dan Simon Victor Taihutu (Juru Bicara) sengaja mendatangi Polda Maluku untuk bertanggungjawab atas pengibaran bendera RMS dan pawai  pada HUT RMS. 

Harno menjelaskan, ketiga orang tersebut  masuk  dalam daftar 11 warga yang  dipanggil untuk menjalani pemeriksaan. “Saya menganggap tidak kebobolan, karena mereka memang sudah menjalani pemeriksaan, atas beredarnya video yang meminta agar aktivis/simpatisan FKM/RMS mengibarkan bendera pada 25 April,”jelasnya.

Dia menganggap kedatangan ketiganya  sebagai bagian dari pemeriksaan, serta  menyerahkan diri  untuk bertanggungjawab atas pengibaran bendera RMS dan pawai.  

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Roem Ohoirat lewat rilisnya, Minggu malam mengakui,  Ditreskrimum Polda telah melakukan penahanan terhadap tiga tersangka.  Ketiga petinggi FKM/RMS ini kenakan Pasal 106    KUHP dan 110 KUHP tentang Makar dan    Pasal 160    KUHP    tentang    menghasut.(NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama