Connect with us

Berita Utama

4 Kabupaten Terancam Krisis Air Bersih, Ini Warning BMKG

Empat kabupaten di Maluku terancam mengalami kekeringan. -IST-

Ambon ameksOnline.—  Empat kabupaten di Maluku akan dilanda kekeringan. Ini berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH), dan prediksi probabilistik curah hujan dasarian (10 harian) hingga dua dasarian kedepan.

Tiga kabupaten itu, adalah Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Kepulauan Aru dan Maluku Tenggara. Masyarakat di tiga daerah ini diminta waspada, dengan menyiapkan persediaan air bersih cukup untuk keperluan rumah tangga.

Warning ini disampaikan  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat. Warning dalam bentuk surat edaran ini juga sudah dikirim ke Gubernur di 10 daerah, termasuk Maluku. 

Kekeringan ini, biasanya diikuti antara lain, berkurangnya persediaan air untuk rumah tangga dan pertanian, serta 

meningkatnya potensi kebakaran semak, hutan, lahan dan perumahan. Ini yang perlu diwaspadai.

“Sehubungan dengan  informasi ini kiranya dapat dijadikan kewaspadaan  dan pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi dampak ikutan dari kekeringan  meteorologis. Serta selalu berkoordinasi dengan BMKG setempat,” demikian penjelasan Peringatan dini kekeringan oleh  Deputi Bidang Klimatologi, BMKG Pusat, Herizal dilaman Group BMKG Ambon, Jumat kemarin.

Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon Oral Kasmet yang dikonfirmasi membenarkan adanya peringatan kekeringan untuk 10 daerah di Indonesia termasuk Maluku.

Ada beberapa daerah di Maluku yang berpotensi kekeringan antara lain, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Kepulauan Aru dan Maluku Tenggara karena sedang berlangsungnya musim kemarau.

Sedangkan wilayah Pulau Ambon, Buru, Seram dan sekitarnya masih musim hujan  Namun, semua ini perlu diantisipasi. Apalagi  menyangkut kekeringan, kebakaran hutan dan kekurangan air bersih.

Untuk wilayah Seram dan Ambon, MBD KKT dan Aru  pernah mengalami masalah seperti  kekurangan Air Bersih, dan kebakaran hutan. Ini yang diharapkan agar tidak lagi terjadi.

Kordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah dilakukan. Kemudian Pemerintah daerah agar bisa menyikapi masalah ini. Terutama untuk daerah yang sedang  mengalami musim kemarau.

” Peringatan ini berpotensi di Maluku pada beberapa daerah ini yang sedang alami musim kemarau.  Selain dari itu, semuanya masih musim hujan. Namun perlu  antisipasi lebih baik. Kami juga  koordinasikan nanti, dengan BPBD dan Pemda. Jangan sampai sudah terjadi BMKG yang disalahkan tidak  ada kordinasi,” jelas Oral.

Adanya peringatan ini akuinya. Mungkin bagi sebagian pihak beranggapan tidak akan terjadi. Namun, perlu diketahui untuk tren perkembangan cuaca, bisa langsung berubah kapan saja dalam waktu cepat. Tetapi, kalau ikon dalam rentan waktu yang panjang dan sangat berdampak. 

“Warga akan bertanya kenapa musim kemarau, sementara kita disini musm hujan. Itu yang saya sering sampaikan bahwa Maluku agak berbeda pola hujannya. Untuk itu antisipasi sangatlah penting sebelum benar terjadi,” ungkapnya. (WHB)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama