Connect with us

Berita Utama

6 Kali Gempa, Ribuan Warga Mengungsi ke Gunung

Ribuan warga memilih mengungsi di tempat ketinggian. Kemacetan terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (26/9). -Lutfi-

Ambon, ameksOnline.- Gempa yang terjadi hingga enam kali memantik ribuan warga memilih mengungsi ke daerah-daerah perbukitan dan gunung. Kepanikan terlihat di sejumlah daerah yang lokasinya menanjak. 

Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika memastikan gempa yang terjadi tidak berpeluang tsunami. Masyarakat diminta tenang, dan tidak percaya informasi yang tidak benar. 

Ribuan warga menyerbu naik daerah Kayu Putih, Batu Gajah, Ponegoro, Batumerah Puncak, Karang Panjang, Hutumuri, dan daerah Wayame. Sampai, pukul 11.05 Kamis (26/9) tidak ada sinyal atau bunyi tsunami. 

Warga memilih berkendaraan maupun berjalan kaki. Mereka membawa barang berharga dan surat-surat penting. “Katong seng bawa apa-apa lai. Katong takut tsunami, karena gempa kuat sekali,” ungkap Ibu Halimah, warga Talake kepada ameksOnline.

Kemacetan parah terjadi pada tanjakan naik Batumerah. Kendaraan bermotor yang naik dan turun membuat warga kian panik. Sejumlah pemukiman terlihat kosong. Jalan utama seperti Sultan Babulah, AY Patty, terlihat lengang, karan warga memilih berada di lokasi yang tinggi.

Gempa  berkekuatan 6,8 SR ini terjadi sekira pukul 08. 46. 45 Wit. Lokasi gempa berada di 3.38 LS,128.43 BT ( 40 km Timur Laut Ambon-Maluku) dengan kedalaman 10 Km.

BMKG Mngklaim tidak berpotensi tsunami. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=6,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=6,5. 

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,43 LS dan 128,46 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 42 km arah timur laut Kota Ambon, Propinsi Maluku pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Ambon ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar mendatar (strike slip fault). (NEL)

Ambon Dihantam Gempa, BMKG: Taka da Tsunami

Ambon, ameksOnline.-Gempa magnitudo 6,8 yang menggoyang Pulau Ambon tidak berpotensi tsunami. Goyangannya sampai pukul 10.41 masih terasa. Mayoritas warga memilih mengungsi ke wilayah-wilayah tinggi untuk menghindari datangnya tsunami.

Kepanikan warga menyebabkan kemacetan lalu lintas. Himbauan pemerintah dan aparat terkait, tidak bisa meredam kepanikan warga. Mereka yang bermukim di bibir pantai atau dekat pantai, seperti Mardika, Talake, Waihaong, Jalan Baru, Batumerah, Tantui, Galala, Passo, Wayame, sampai Laha memilih menanjak Gunung.

Seperti ditulis Detik.com, pelaksana tugas kepala pusat data, informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, Kamis (26/9) menjelaskan gempa terjadi di darat dengan intensitas maksimum. Kekuatan gempa memungkinkan kerusakan pada sejumlah bangunan.

Bangunan yang mengalami kerusakan berdasarkan data ameksOnline, seperti pusat perbelanjaan Ambon Plaza, beberapa gedung perkulian di Unpatti dan IAIN Ambon. Beberapa gedung perkantoran juga mengalami keretakan.

Salah seorang pegawai Rektorat  IAN Ambon, Narti Rato, tertimbun material bangunan dan dilarikan ke  Rumah Sakit. Sementa itu, salah satu gedung di Unpatti juga mengalami kerusakan.  

“Gempa ini terjadi di darat dengan intensitas maksimum VII-VI MMI. Nilai ini menunjukan goncangan kuat dan kemungkinan membuat kerusakan beberapa gedung,” ungkap dia Agus. 

Gempa  berkekuatan 6,8 SR ini terjadi sekira pukul 08. 46. 45 Wit. Lokasi gempa berada di 3.38 LS,128.43 BT ( 40 km Timur Laut Ambon-Maluku) dengan kedalaman 10 Km.

BMKG Mngklaim tidak berpotensi tsunami. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=6,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=6,5. 

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,43 LS dan 128,46 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 42 km arah timur laut Kota Ambon, Propinsi Maluku pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Ambon ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar mendatar (strike slip fault). 

Menurut informasi dirasakan dari masyarakat, dampak gempabumi dirasakan di daerah Ambon dan Kairatu dalam skala intensitas V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), di Paso II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. 

Terasa getaran seakan akan truk berlalu dan Banda II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. 

 “Gempa paling kuat, kita semua lari keluar dari rumah,” kata sejumlah warga batu gantong yang hendak menggungsi ke daerah karpan.  (NEL) 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama