Connect with us

Berita Utama

600 Peserta Didik Baru Perebutkan 240 Kuota SMAN 1 Ambon

Alexander Roni Tahalele
Kepala Sekolah SMA 1 Negeri Ambon, Alexander Roni Tahalele

Ambon, ameksOnline.- Sampai saat ini peserta didik baru yang mendaftar melalui jalur online di SMA Negeri 1 Ambon telah mencapai 600 orang, untuk memperebutkan 240 kuota yang ditentukan berdasarkan daya tampung sekolah sebanyak tujuh ruangan belajar.

“240 orang, karena daya tampung di SMA 1 Negeri Ambon cuma tujuh ruangan belajar dan itu sudah maksimal 32-36 orang perkelas, sementara yang mendaftar sudah diatas 600 orang,”ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ambon, Alexander Roni Tahalele, kepada media ini diruang kerjanya, Jumat (11/6).

Lebih lanjut, kata Tahalele, dari 600 peserta didik yang mendaftar, lebih banyak berada di jalur zonasi yang ditentukan, yaitu dari desa Galala sampai Kelurahan Benteng.

Baca: Sekolah Tatap Muka Dibatalkan

Ia mengakui, dalam penerimaan peserta didik baru selain ditentukan jalur zonasi, ada juga jalur Afirmasi 20 persen, dan jalur Prestasi serta jalur pindahan orangtua masing-masing 5 persen.

Menurut Tahalele, untuk jalur Afirmasi merupakan peserta didik dari keluarga yang kurang mampu, yang harus dibuktikan dengan surat keterangan baik dari Dinas Sosial, Lurah maupun pemerintah desa/raja sempat yang dapat dipertanggungjawabkan.

Begitu juga jalur prestasi, harus dibuktikan dengan surat keterangan SMP asal disertai sertifikat yang didapat. Sedangkan peserta didik pindahan orang tua, juga harus dibuktikan dengan SK orang tuanya.

“Jadi ketiga jalur tersebut tidak berdasarkan zonasi, kalau misalnya anak itu orangtuanya pindahan dari luar Ambon bertugas di SPN Passo, maka anaknya masuk SMA 1 bisa, kemudian kalau dia tinggal di Passo, tetapi punya prestasi bisa masuk SMA 1, sesuai syarat keterangan SMP dibuktikan dengan sertifkat yang didapat,”tuturnya.

Baca: Bendungan Way Apu Buru

Jika peserta didik merasa sesuai, kata Tahalele, dapat mendaftar melalui online, untuk selanjutnya diverifikasi oleh pihak sekolah. “Jadi, dari hasil verifikasi itu baru diumumkan siapa yang lolos sesuai target 240 siswa,”ungkapnya.

Dirinya berpesan, kepada masyarakat, jika anaknya tidak diterima di SMA 1 bukan berarti hak mereka untuk sekolah dicabut. Masih ada banyak sekolah yang bisa menerima siswa.

Sebagai Ketua MKKS SMA, dirinya berpesan, kepada semua kepala sekolah agar dalam penerimaan peserta didik baru tidak boleh melebih kapasitas yang ditentukan, sehingga berdampak terhadap sekolah kecil dan swasta.

“Kemarin saya sudah kumpul semua kepala sekolah SMA dan sudah jelaskan jangan sampai menerima siswa melebih kapasitas, lalu sekolah swasta dan sekolah kecil tidak mendapat siswa, oleh karena itu harus sesuai aturan yang ditentukan,”pintanya. (AZA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama