Connect with us

Lintas Pulau

Adu Mulut Warga dan Anggota DPRD, Ini Loh Masalahnya

Seram Utara Timur
Sosialisasi pemekaran desa di Kecamatan Seram Utara Timur, Sabtu (13/3). -Syahdan Fabanyo-

Ambon, ameksOnline.- Sosialisasi persiapan pemekaran desa Administrasi UPT Seti Bakti, berlangsung tegang. Adu mulut terjadi antar warga dan anggota DPRD Maluku Tengah.

Desa Administrasi UPT Seti Bakti, akan diubah menjadi desa Administrasi Kobi Raja, Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Kabupaten Maluku Tengah. Sosialisasi dilakukan Anggota DPRD Malteng, Syafii Boeng, pada Pagi tadi, Sabtu (12/03).

Insiden ini terjadi akibat sebagian warga dan tim pemekaran yang sudah di bentuk kurang lebih 6 bulan, kesal. Mereka merasa tidak pernah dilibatkan dalam setiap kali pertemuan oleh Anggota DPRD Malteng setiap kali berkunjung.

Ketua Tim Pemekaran Burhanudin Fabanyo, membenarkan aksi adu mulut tersebut. Syafi diduga sengaja merombak Tim pemekaran yang sudah di bentuk secara resmi, dengan melibatkan semua RT hampir 6 bulan yang lalu.

Dia ditufing mengganti dengan tim lain. Orang luar yang bukan Asli warga setempat. Ini atas arahan Syafii Boeng selaku Anggota DPRD Malteng dapil Seram Utara Kobi.

“Langkah yang di ambil oleh saudara dewan ini memang sangat tidak profesional. Ini malah membuat konflik dalam masyarakat dan membuat petak-petakan dalam lingkungan sosial, tidak ada dalam satu dusun memiliki dua Tim pemekaran. Dan dua Proposal pemekaran ini kan pola pikir yang sangat menghancurkan” Tegas Fabanyo.

Menururt Burhanudin, yang menjadi kesan pilih kasihnya adalah, ketika Syafii melakukan pertemuaan di ruang yang tertutup pada Malam hari yang di hadiri keluarga dekatnya.

“Lo ini bukan dewan keluarga. Ini dewan kita semua. Harus kedepankan sikap yang profesional sebagai representasi rakyat yang baik tanpa tebang pilih”Kesalnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh Hamidin warga Trans UPT Seti Bakti. “Iya ini persoaalan yang justru memecah belah kami di UPT Trans Seti. Dengan tiba-tiba mengganti tim tanpa ada koordinasi dengan kami,” ungkap dia.

Menurut dia, bila ada kekurangan dalam isi proposal yang sudah diajukan 6 bulan yang lalu, tinggal memperbaiki lagi. Jika ada yang tidak memenuhi persyaratan itu tinggal di tambahkan.

“Bukan malah menyalahkan bawah proposal itu salah. Dan tim yang di bentuk itu salah ini bukan sikap yang baik,” katanya.

Sementara Kepala kecamatan Seram Utara Timur seti Sujarwo, mengaku tidak mengetahui agenda sosialisasi untuk rencana persiapan pemekaran desa Administrasi UPT Seti Bakti dengan Anggota dewan tersebut.

“Ia saya memang tidak tau persis saya sementara di Masohi. Ada urusan tugas nanti saya kembali baru di cek,” ungkapnya.(DAN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lintas Pulau