Connect with us

Lintas Pulau

Terkait Aksi di WLI, Ini Penjelasan Perusahaan

HRD WLI, Rais Sahban

Ambon, ameksOnline.- Human Resources Development, PT Wahana Lestari Infestama, Rais Sahban membantah kebijakan perusahaan telah merugikan masyarakat Pasahari, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. 

Ambon, ameksOnline.- Human Resources Development, PT Wahana Lestari Infestama, Rais Sahban membantah kebijakan perusahaan telah merugikan masyarakat Pasahari, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. 

“Sebaliknya perusahaan ini justeru sangat mengutamakan kepentingan negeri Pasahari. Dalam rekrutmen tenaga kerja, anak daerah diutamakan. Sebanyak 85 persen dari total tenaga kerja di WLI, adalah anak daerah dari Pasahari,” ungkap Rais kepada ameksOnline malam tadi, menanggapi aksi yang dilakukan, Senin (23/9) pahi di PT WLI.

Menurut dia, apa yang disampaikan warga dalam aksi itu tidak benar. Tidak ada masalah, antara pihak perusahaan dan warga. Bahkan dia mengklaim pihak negeri Pasahari dan perusahaan tetap menjalani komunikasi dan koordinasi.

Aksi yang dilakukan, kata dia, hanya bentuk ketidakpuasan terhadap tindakan tegas perusahaan terhadap salah satu pegawai yang juga warga Pasahari. “Tindakan itu dilakukan, karena dia tidak menjalankan kebijakan perusahaan baik secara internal maupun eksternal. Dia kan karyawan harian,” kata Rais.

Mereka yang ikut dalam aksi, lanjut Rais, juga hanya segelintir orang, dan merupakan keluarga karyawan yang mendapat tindakan perusahaan. “Mereka itu kan keluarga karyawaan yang mendapat tindakan tegas perusahaan. Dan ini terklarifikasi dengan penjelasan pihak pemerintah negeri,” tandas dia.

Dia juga menuding, aksi itu tidak mendapatkan ijin dari pihak kepolisian. Karena itu, aksinya disebut illegal. “Tidak ada ijin pihak Polsek setempat. Setiap aksi kan harus ada ijin. Yang jelas, dari total 140 karyawan, 85 persen diantaranya adalah anak daerah Pasahari,” klaim anak muda ini.(yan) 

“Sebaliknya perusahaan ini justeru sangat mengutamakan kepentingan negeri Pasahari. Dalam rekrutmen tenaga kerja, anak daerah diutamakan. Sebanyak 85 persen dari total tenaga kerja di WLI, adalah anak daerah dari Pasahari,” ungkap Rais kepada ameksOnline malam tadi, menanggapi aksi yang dilakukan, Senin (23/9) pahi di PT WLI.

Menurut dia, apa yang disampaikan warga dalam aksi itu tidak benar. Tidak ada masalah, antara pihak perusahaan dan warga. Bahkan dia mengklaim pihak negeri Pasahari dan perusahaan tetap menjalani komunikasi dan koordinasi.

Aksi yang dilakukan, kata dia, hanya bentuk ketidakpuasan terhadap tindakan tegas perusahaan terhadap salah satu pegawai yang juga warga Pasahari. “Tindakan itu dilakukan, karena dia tidak menjalankan kebijakan perusahaan baik secara internal maupun eksternal. Dia kan karyawan harian,” kata Rais.

Mereka yang ikut dalam aksi, lanjut Rais, juga hanya segelintir orang, dan merupakan keluarga karyawan yang mendapat tindakan perusahaan. “Mereka itu kan keluarga karyawaan yang mendapat tindakan tegas perusahaan. Makanya mereka tidak puas,” tandas dia.

Dia juga menuding, aksi itu tidak mendapatkan ijin dari pihak kepolisian. Karena itu, aksinya disebut illegal. “Tidak ada ijin pihak Polsek setempat. Setiap aksi kan harus ada ijin. Yang jelas, dari total 140 karyawan, 85 persen diantaranya adalah anak daerah Pasahari,” klaim anak muda ini.(yan) 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lintas Pulau