Connect with us

Berita Utama

Angka Covid Meledak di Ambon, Satu Bulan Sentuh 500 Kasus

Ambon, ameksOnline.- Kasus terkonfirmasi di Ambon meledak. Dalam sebulan hampir menyentuh 500 kasus. Setelah masa pelonggaran lewat PSBB transisi, angka warga terkonfirmasi terus mengalami peningkatan. Sampai kemarin, tercatat 810 pasien yang masih menjalani perawatan.

Tercatat pada akhir pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar, angka terkonfirmasi warga terpapar Covid menyentuh 210. Sejumlah rumah sakit dan lokasi karantina juga tidak lagi terisi tempat tidurnya. Paska PSBB angka itu melonjak tiba-tiba. Perhari rata-rata orang terkonfirmasi mencapai 30 sampai 40 orang.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy bahkan sempat diundang berbicara di Gugus Tugas Pusat sebagai daerah yang berhasil mengendalikan angka penularan Covid-19. Bahkan Dinas Kesehatan Kota Ambon hanya menyisahkan pengendalian di Kelurahan Kudamati dan dan Batu Gajah.

Masuk PSBB transisi, interaksi masyarakat tak terkendali. Protokol kesehatan menjadi longgar. Muncul kasus-kasus baru. Dimulai dari klaster perkantoran, kemudian menjalar begitu cepat di fasilitas-fasilitas umum. Pemerintah tak bisa mengendalikan laju peningkatan itu.

Kenaikan angka terkonfimasi kian besar, ketika Pemerintah Kota Ambon memutuskan melakukan swab massal di organisasi perangkat daerah. Hasilnya, setiap OPD angka terkonfirmasi rata-rata menyentuh 50 persen dari total Aparatur Sipil Negara.

Kenaikan juga terjadi saat Pemerintah Provinsi melakukan swab massal di OPD-OPD. “Jadi swab massal dilakukan di semua OPD. Kita berharap dengan swab massal ini kasusnya cepat ditangani,” kata Ketua Harian Gustu Maluku, Kasrul Selang dalam beberapa kesempatan.

Walikota Ambon, juga mengungkapkan swab massal perlu dilakukan kepada ASN, karena mereka lebih banyak dan saban hari bersentuhan dengan pelayanan publik. Sebagian besar mereka sudah sembuh, dan kembali beraktivitas.

Sementara itu, Maluku Tengah sebagai daerah penyanggah Kota Ambon justeru mengeluarkan keputusan kontroversial. Tak hanya rapid test yang harus ditunjukan untuk bisa masuk Malteng, swab juga harus ditunjukan. Pintu bagi warga Kota Ambon ke Malteng diperketat dengan aturan.

Dalam surat keputusan Bupati Malteng yang sempat beredar dan juga diterima ameksOnline, mengungkapkan, setiap orang yang akan masuk ke wilayah Malteng harus menunjukan keterangan bebas Covid atau hasil swab. Jika tidak, harus menjalani karantina selama 21 hari.

Kasrul Selang yang dikonfirmasi ameksOnline, mengaku belum mengetahui keputusan tersebut. Terkait koordinasi dengan Gubernur Maluku, Murad Ismail terkait keputusan Bupati Malteng itu, dia juga mengaku belum dilakukan. “Belum dilakukan,” kata Kasrul yang juga Sekda Maluku ini.(UPI)

1 Comment

1 Comment

  1. Albert Kelpitna

    September 13, 2020 at 1:22 am

    Kunci untuk memutus mata rantai C 19 ada di tangan masyarakat krn masyarakat adalah objek dari C 19. Analisis statistik yg saya hitung Koefisien Determinasi 99.31 % itu berarti masyarakat belum dan tidak mematuhi Protokol Kesehatan terutama 3 M (Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak). Kesimpulannya Pemerintah harus Tegas dan disiplinkan serta edukasi masyrakat bahayanya C 19.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama