Connect with us

Berita Utama

Asset Diduga Milik Pemprov Maluku di Waiheru Dijual Warga

Desa Rumahtiga

Ambon, ameksOnline.- Asset Pemerintah Provinsi Maluku berupa lahan seluas 70 hektar, di Desa Waiheru, Kota Ambon dijual warga. Lahan luas itu sudah dijual sekira 20 hektar.

Asset itu diklaim milik Pemerintah Provinsi Maluku setelah dihibahkan pihak PTPN. Lokasi tersebut dulunya dijadikan perkebunan. Kemudian tak terurus, dan diambil warga.

Informasi ameksOnline, BPN juga mengakui adanya lahan milik Pemprov Maluku tersebut. Anehnya, mereka justru menerima permintaan pengukuran lahan yang diajukan oleh warga bernama
Normawati.

Normawati yang dikonfirmasi ameksOnline beberapa waktu lalu, mengaku kalau lahan yang dijual miliknya. “Lahan itu sah milik saya, dan sudah diukur semua oleh BPN,” kata dia.

Dia juga mengaku, sudah berkonsultasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku, namun mereka tidak bisa menunjukan dimana letak lahan yang dihibahkan PTPN tersebut.

“Saya sudah bertemu pihak pemerintah provinsi. Kita juga bertemu dengan Kejaksaan Tinggi Maluku. Kalau benar itu punya Pemprov, kenapa BPN mau mengukur lahan tersebut,” kata dia.

BPN, kata dia, yang melakukan pengukuran lahan, dan tidak ada klaim atau protes dari Pemerintah Provinsi Maluku. Meski demikian, dia mengaku akan dilakukan penelusuran bersama Pemerintah Provinsi Maluku, dan Kejati Maluku.

Anehnya meski mengaku dalam penelurusan, namun lahan yang diduga juga milik Pemerintah Provinsi Maluku itu sudah lebih dulu dijual, sebelum penelusuran dilakukan terkait kepemilikan pastinya.

Norma sendiri mengaku, sudah mengantongi putusan hukum terkait lahan tersebut. Namun ditanya soal surat-surat keabsahaan, lagi-lagi dia mengatakan akan menunjukan.

“Saya masih di Makassar, nanti saya balik, kita ketemu saya tunjukan bukti-buktinya,” kata dia. Hanya saja, ketika dikontak kembali, Norma tak lagi mau merespon.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama