Connect with us

Kesehatan

Kemungkinan Awal 2021 Vaksin Sudah Tiba Di Malra

webiner Komite Penanganan Covid-19, dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Malra,ameksOnline.- Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, menargetkan kemungkinan diawal 2021 mendatang, vaksin pencegah Covid-19, tiba dan siap digunakan oleh warga di kabupaten tersebut.

Hal itu disampaikan Kadis Kesehatan Maluku Tenggara, Katrinje Notanubun, dalam kegiatan webiner Komite Penanganan Covid-19, dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Webinar diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten setempat, Kamis (3/12) siang.

Notanubun menjelaskan, vaksin Aman masyarakat sehat ini adalah vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat untuk meningkatkan kekebalan Tubuh. Bahkan konsep imunisasi pada vaksin ini sebagaimana biasanya sudah dilakukan untuk balita, maupun dewasa sehingga dapat terhindar dari penyakit menular.

“Awal tahun depan (2021,red), vaksi sudah tiba dan bisa digunakan oleh masyarakat di Maluku Tenggara. Kemudian perlu diketahui bahwa tubuh kita tidak membentuk antibodi, tapi menerima anti bodi dan vaksin hanya diberikan kepada orang sehat,”kata dia.

Maluku Tenggara dengan jumlah jiwa 172 ribu . Kata dia, untuk mencapai “Hard imunity” kekebalan kelompok maka perlu sebanyak 70 persen masyarakat yang harus menerima vaksin ini.

“Alasannya adalah kondisi ketika suatu kelompok masyarakat sudah memiliki kekebalan terhadap penyakit infeksi tertentu, maka tidak dengan mudah penyakit itu menyebar,”jelas dia.

Dikatakan, ketika orang yang sudah menerima Vvaksin ini, dan mendonor kepada orang yang belum menerima vaksin maka imun tubuhnya ada, hanya tidak bertahan lama dan disebut sebagai penerima imunisasi pasif.


“Jika vaksin ini diberikan langsung kepada orang yang belum imun maka sudah dipastikan bahwa imunnya berjangka panjang atau bertahan lama.

Perlu diketahui bahwa terdapat dua tipe vaksin yaitu virus dan bakteri. Virus meliputi campak, mumps, rubella, varosela, rotavirus, OPV, YV, Dangue, JE, Influenza, IPV, Covid-19, Rabies, Hepatitis A dan Hepatitis B. Sedangkan pada vaksin bakteri meliputi, BCG, Tifoid Oral, Differia, Tetanus, Pertussis, Kolera, Rotavirus, Meningmo, Pneumo, Hib, Tifoid,” Jelasnya.

Ditambahkan, pada prinsipnya vaksin ini akan aman tidak ada efek samping yang berat, sekalipun ada hanya sebatas memar pada bagian suntik, sehingga menimbulkan rasa demam, dan semua itu bisa diobati bertahan lama sekurangnya satu tahun, stabilitas penyimpannya pada suhu 2-8 °celsius kemasannya, kemasannya multi dosis, serta ada otoritas penggunaan oleh BPOM.

Dikatakan, vaksi ini sudah melalui tahapan uji klinik dan ditarketkan dalam tahun depan Maluku Tenggara, sudah mendapatkannya vaksinnya melalui Pemerintah Daerah, dan layanan swasta oleh kelompok.

“Tujuan dari vaksin ini adalah untuk menurunkan kesakitan atau kematian karena Covid-19, mencapai kekebalan Kelompok “Hard Umunity” untuk mencegah dan melindungi kesehatan Masyarakat, menjaga produktifitas, meminimalkan dampak sosial dan Ekonomi,”bebernya.

Olehnya itu, wanita yang juga menjabat sebagai juru bicara Satgas Covid-19 Maluku Tenggara ini mengimbau, masyarakat untuk tetap digunakan tapi tidak menghilangkan 4 M, yaitu tetap menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindar dari Kerumunan. (MG2/AHA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kesehatan