Connect with us

Politik

Basri Damis Terlalu Tangguh Disingkirkan di PKB

PKB
Basri Damis

Ambon, ameksOnline.- Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku, akan dilaksanakan pada 9 hingga 10 Januari besok. Konstalasi pemilihan pimpinan Partai besutan Muhamin Iskandar itu kini kian memanas menjelang H-1 Muswil.

Mumin Refra, Habiba Pellu dan Ruslan Hurasan, digadang-gadang ingin maju untuk memimpin partai besutan Muhaimin Iskandar itu.

Sayangnya keinginan ketiga politisi senior partai tersebut, bakal terganjal karena dukungan. Sebab mayoritas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) menginginkan agar Partai tersebut dipimpin kembali oleh Basri Damis.

Ketua DPC PKB Maluku Tengah, M Saleh Tuahuns mengatakan, pihaknya telah membangun komunikasi dengan sembilan DPC, untuk memajukan kembali Basri Damis sebagai Ketua Wilayah PKB Maluku.

“Sesuai hasil komunikasi dan koordinasi saya (Ketua DPC Malteng) dan 8 pimpinan atau DPC lainnya kita telah bersepakat untuk memajukan sahabat Basri Damis untuk pimpin kembali Partai, ” kata Saleh, kepada sejumlah wartawan di Ambon.

Menurutnya, Basri Damis dianggap sukses memimpin partai. Hal itu terlihat dari adanya perolehan kursi di DPRD. Baik Provinsi Maluku maupun kabupaten Kota di Maluku.

“Sahabat Basri masih sangat layak pimpin ini partai. Berkat tangan dingin beliaulah kita miliki kursi hampir diseluruh kabupaten kota, ” ujarnya.

Dikatakan, sembilan DPC yang menginginkan Basri Damis untuk memimpin partai tersebut kesekian kalinya itu, yakni Maluku Tengah, SBB, SBT, Buru Selatan, Kota Ambon, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, MBD, dan KKT.

“Selain DPC Buru dan Kota Tual, selebihnya kita mau untuk sahabat Basri jadi ketua, ” tegasnya. Diakui, hasil komunikasi itu merupakan komitmen dari sembilan DPC tersebut.

“Insha Allah, kita telah bersepakat. Alasan lain kenapa kita mau untuk sahabat Basri tetap pimpin partai, karena beliau ini sudah dikenal baik oleh DPP bahkan para senior partai ini. Kemudian kapasitas dan kapabilitas beliau dalam memimpin Partai tidak bisa diragukan lagi. Beda kalau kita harus pilih orang baru, meski dia senior partai, ” tandasnya. (AHA).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Politik