Connect with us

Berita Utama

Batas Akhir Selesai, Proyek Dibiayai SMI tak Kelar

proyek pembiayaan SMI di Maluku
Kondisi gorom-gorom setelah dilakukan pembongkaran oleh kontraktor. Lokasinya ditikungan Jalan Sam Ratulangani. -Lutfi Heluth-

Ambon, ameksOnline.- Pekerjaan ratusan paket proyek fisik yang dibiayai dari dana pinjaman PT SMI, molor penyelesaiannya. Batas waktu pekerjaan akhir Februari. Namun hingga kini masih ada proyek yang belum dikerjakan.

Di Kota Ambon saja, proyek perbaikan Gorom gorom, hingga trotoar belum tuntas dikerjakan. Bahkan ada beberapa yang baru di mulai. Di sejumlah daerah, baik di SBB, dan Maluku Tengah ada paket yang belum dikerjakan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Mohammad Marasabessy yang dikonfirmasi terkait batas waktu penyelesaian pekerjaan, tidak menjawab pertanyaan wartawan.

Informasi ameksOnline, pekerjaan paket proyek yang dibiayai PT SMI, harus selesai akhir Oktober. Pemerintah Provinsi akan menerapkan sanksi kepada perusahaan yang tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya sesuai jadwal.

“Sanksinya akan ditahan alokasi anggarannya, hingga pekerjaan selesai. Memang batasnya akhir Februari. Apakah nanti kena denda, saya tidak tahu. Tapi masih banyak pekerjaan belum selestai,” kata sumber ameksOnline.

Menurut sumber ini, pekerjaan yang tak selesai, karena banyak sekali paket proyek turun bersamaan pelaksanaannya. Kata dia, banyak perusahaan tidak memiliki alat, akhirnya mereka harus sewa sana sini. Sementara pemilik alat, juga sedang mengerjakan proyek yang sama.

“Proyeknya kan dilaksanakan bersamaan. Bersamaan diawal tahun juga ada proyek APBN maupun APBD. Akhirnya semua alat terpakai. Nah, perusahaan yang tidak memiliki alat berat, tentu akan sulit. Akhirnya sampai sekarang, ada proyek yang baru dikerjakan, ada juga belum dikerjakan sama sekali,” ungkap sumber ini.

Berdasarkan data yang diperoleh ameksOnline, tender proyek-proyek yang dibiayai dana pinjaman dari PT SMI, baru selesai November. Kesepakatan awal, proyek harus tuntas Desember. Namun entah kenapa diperpanjang hingga akhir Februari.

Total pinjaman PT SMI ke Pemerintah Provinsi sebesar Rp700 miliar. Dana ini dialokasikan habis untuk proyek fisik di Maluku. Semuanya ditangani langsung oleh Dinas PU. Sementara dinas lain tidak kebagian program ini.

Dana pinjaman lunak, dan tanpa bunga ini rencananya mulai dikembalikan pada tahun 2022 mendatang. Pengembalian dana akan menggunakan dana alokasi umum milik pemerintah Provinsi Maluku. Tiap tahun akan dipotong sebesar Rp100 miliar lebih. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama