Connect with us

Ekonomi

Bea Cukai Ajak Masyarakat Kenali Kosmetik Impor Legal

Webinar Bea Cukai Maluku. -IST-

Ambon,ameksOnline.- Di tengah pandemik Covid-19, Bea dan Cukai Maluku mengajak masyarakat untuk tetap berhati-hati menggunakan produk kosmetik. Masyarakat diminta selektif, dan tetap merujuk pada produk yang sudah legal di pasaran domistik.

Kemarin Bea Cukai memperkenalkan produk kosmetik impor legal lewat webinar, dengan aplikasi zoom meeting dan live youtube di chanel institusi tersebut.

Kegiatan tersebut, dimoderatori oleh pelaksana Bea Cukai Tual, Ayu Widyasari dan Geby Clarisa, dengan menghadirkan sejumlah narasumber diantaranya  Kepala Balai POM Ambon, Hariani, dan Kepala Seksi Impor IV Direktorat Teknis Kepabeanan Johan  Pandores, hingga Puteri Indonesia Maluku 2020 yang juga merupakan Duta MPR RI, dr. Yoan Clara Teken. 

Kepala Balai POM Ambon, Hariani mengatakan, kosmetik impor legal, memiliki Nomor Izin Edar BPOM, terdapat bahasa Indonesia pada Informasi label, dan bisa didapatkan melalui jual beli online resmi seperti market place maupun situs web penjualan resmi dari ritel kosmetik tersebut.

“Impor kosmetik sedang marak dilakukan oleh perorangan karena banyak masyarakat kita yang membeli kosmetik atau skin care dari market place maupun dari luar negeri,” ujar Johan, dalam diskusi tersebut, Jumat (17/7).

Untuk impor yang kurang dari atau sampai dengan 3 dollar Amerika, tidak dikenakan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (BM dan PDRI). Barang dengan kisaran antara 3 dollar sampai dengan 1500 dollar, dikenakan PPN 10 persen, BM 7,5 persen. 

Sedangkan, barang yang melebihi 1500 USD, dikenakan dengan ketentuan sebagai Impor serta harus melampirkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) / PIBK Khusus.

Diharapkan dengan digelarnya webinar bertemakan impor kosmetik legal ini, masyarakat menjadi paham akan ketentuan yang berlaku dan kenal ciri-ciri kosmetik impor legal sehingga tidak merugikan kesehatan dan membahayakan dalam penggunaannya. (ZEN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi