Connect with us

Ekonomi

BRI Dinilai Berhasil Perkuat Usaha Kecil Hadapi Covid-19

Jakarta, ameksOnline.– BRI dinilai berhasil memperkuat usaha mikro kecil bertahan hadapi pandemi Covid-19. Usaha ini kecil sekali mendapatkan goncangan. Hingga kini usaha kecil justru mencatat pertumbuhan.

Hal ini disampaikan Pengamat pasar modal yang juga Founder Indonesia Superstocks Community Edhi Pranasidhi dan Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan.

”Selama pandemi mereka (BRI) berhasil membuat sektor mikronya itu tidak terguncang. Dari kondisi itu, BRI menunjukkan bahwa dia sangat profesional dalam mengelola bisnis mikronya. Jadi memang itu yang harus ditonjolkan oleh BRI karena memang expertise BRI ada di situ,” ujar Edhi.

Baca:

Pasca integrasi ekosistem ultra mikro nasional dalam satu sistem melalui Holding Ultra Mikro (UMi), PT BRI sendiri akan semakin fokus di segmen mikro. Integrasi yang melibatkan PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani, atau PNM itu pun akan menjadi proses value creation khususnya bagi grass root ekonomi.

Peningkatan kepemilikan saham BBRI oleh seluruh pekerjanya, penting untuk meningkatkan engagement pekerja untuk memajukan perusahaan. Sedangkan kepemilikan (saham) oleh para pelaku UMKM tentunya juga dapat menciptakan loyalitas nasabah karena BRI secara konsisten memberdayakan usaha atau bisnis mikro Indonesia.

Edhi Pranasidhi mengatakan, hadirnya Holding UMi memang menjadi salah satu langkah tepat bagi BRI untuk memberikan nilai lebih bagi segmen mikro termasuk UMi di dalamnya, yang selama ini menjadi tulang punggung bank dengan jaringan terluas di Tanah Air itu.

Kehadiran Holding Umi, kata dia, akan memacu kinerja fundamental perseroan maupun apresiasi investor terhadap saham BBRI. Holding UMi menjadi salah satu cara bagi BBRI untuk menyasar pertumbuhan baru di masa depan. Adapun segmen mikro BRI, kata Edhi, selama pandemi tetap menunjukkan keperkasaannya.

Dengan sokongan Pegadaian dan PNM, lanjut dia, BRI akan semakin tangguh di segmen mikro ke depan. Hal itu pun menjadi langkah yang sangat tepat untuk perluasan pemberdayaan dan penguatan segmen UMKM dan UMi nasional di masa datang.

Edhi memetakan potensi bisnis PNM, dan Pegadaian yang selama ini sudah punya captive market sendiri. Kemudian PNM, Pegadaian dan BRI akan menggarap market yang selama ini tidak punya akses ke bank dengan sinergi dan model bisnis masing-masing yang selama ini sudah kuat di masing-masing industrinya.

“Ke depan bisa menghasilkan revenue yang signifikan (bagi BRI). Di sisi lain ketika UMKM lebih berdaya jumlah orang yang hidup di bawah garis kemiskinan akan turun. Artinya kelas menengah akan naik. Nantinya mungkin bisa menambah pertumbuhan ekonomi sekitar 0,2%-0,3%,” ujarnya.

Baca:

Terpisah, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan, Holding UMi akan menjadi competitive advantage bagi BRI selaku induk untuk dapat lebih kuat lagi memaksimalkan kinerjanya di segmen mikro nasional.

BRI memiliki basis pasar mikro yang luas dan margin untuk segmen ini masih cukup menarik. Kehadiran Holding UMi memaksimalkannya dengan cross selling dan pertukaran database nasabah potensial,” ungkapnya.

Lagi pula, Trioksa menuturkan segmen mikro merupakan segmen yang kerap mendapat perhatian dan insentif dari pemerintah serta erat bersentuhan dengan masyarakat kecil. Segmen ini mendapat stimulus untuk pemulihan kinerja yang cepat demi mengatrol pertumbuhan ekonomi.


“Secara umum, segmen mikro pun masih tergolong dapat bertahan di tengah pandemi, dan bahkan terus diberi stimulus dan kemudahan dalam melakukan kegiatan usahanya,” ujar Trioksa. (yan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi