Connect with us

Berita Utama

Bupati Kerja Keras Bikin Malteng Bebas Covid-19

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid Malteng, Abua Tuasikal meninjau posko pengawasan di Waitatiri. Kemarin Abua meninjau tiga lokasi posko. -IST-

Ambon, ameksOnline.- Bupati Abua Tuasikal menargetkan wilayah Maluku Tengah harus bebas dari Covid-19. Sejumlah pintu masuk ke wilayah itu diawasi ketat. Masyarakat diminta patuh terhadap aturan baik di Malteng maupun PSBB yang sedang diterapkan Pemerintah Kota Ambon.

“Mari kita dukung Gubernur Maluku dalam mengatasi Covid-19 ini. Kerja pa Gubernur, saya, dan walikota, hanya satu, masyarakat harus sehat. Mereka harus dilindungi. Karena itu, kita minta masyarakat paturi protokoler yang sudah ditetapkan,” kata Bupati ketika menghubungi ameksOnline, Senin (29/6).

Disiplin dalam melaksanakan protokoler kesehatan, kata dia, kunci memutus mata rantai penyebaran covid. Karena itu, sejak Senin (29/9) pagi dirinya sudah menunjungi posko pintu masuk di Leihitu, Leihitu Barat, dan Salahutu untuk memastikan pengawasan diperketat. 

Terkait evaluasi pengawasan, kata dia, sudah cukup bagus yang dilakukan baik dari petugas Malteng maupun Pemkot Ambon. Pengawasan cukup ketat. Karena itu, dia berharap masyarakat menghargai apa yang dilakukan petugas. 

“Yang petugas lakukan itu untuk kepentingan semua orang. Bukan untuk mereka sendiri. Jadi mari hargai mereka yang sudah bekerja memutus mata rantai penyebaran virus ini. Berhenti tidaknya virus ini, bergantung pada kita mau disiplin atau tidak,” kata Abua yang juga Ketua Gugus Tugas penangan Covid-19 Maluku Tengah ini.

Hingga kini, kata dia, sejumlah kecamatan di Malteng bebas dari Covid-19. Daerah zona hijau ini, akan diperketat terus pengawasannya agar tidak ada penularan. Leihitu-Leihitu Barat yang dekat dengan Kota Ambon, masih aman. Masyarakat harus tetap menjalankan protokoler kesehatan.

“Bagi mereka yang sering ke Ambon, tolong terapkan protokoler kesehatannya dengan baik, Kasihan keluarga yang di kampung. Kita tak ingin ada lagi yang tertular,” imbau dia. 

Sementara untuk kasus Saparua, kata Abua, dari sembilan kasus, delapan orang sudah sembuh dan diperbolehkan pulang. Tinggal satu orang yang dirawat. Ada dua orang menolak dirawat di rumah sakit, tenaga medis minta untuk lakukan isolasi mandiri untuk menghindari penularan.

Di Kota Masohi, kata dia, juga ada sembilan orang, dan mereka masih menjalani perawatan medis. Sementara di Kecamatan Salahutu, hanya ada tenaga medis yang hingga kini masih menjalani perawatan.(yan) 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama