Connect with us

Kesehatan

Cegah Penyebaran Corona, USA dan Iran Bebas Tahanan

ilustrasi

Ambon, ameksOnline.- Dua negara mulai membebaskan para tahanan sebagai langkah pencegahan penyebaran Corona. Sebanyak 85.000 tahanan di penjara Iran dibebaskan sementara termasuk tahanan politik. Sementara di USA, sejumlah penjara mulai berpikir untuk melepas tahanannya.

“Mereka yang telah diampuni tidak akan kembali kepenjara, hampir setengah dari tahanan dari keamanan pun akan di ampuni,” ujar juru bicara pengadilan Gholamhossein Esmaili sebagaimana dikutip dari Reuters.

Esmaili pun mengaku, sebagian besar tahanan yang telah dibebaskan tidak perlu kembali ke penjara.

Iran memiliki 189.500 orang di penjara, hal ini termasuk ratusan orang yang pernah ditangkap saat protes anti pemerintah pada bulan November lalu.

Sementara -enjara-penjara di Amerika Serikat (AS) akan membebaskan tahanan karena kasus infeksi virus corona (COVID-19) telah dilaporkan di penjara.

Seperti dikutip dari News-Okezone, Wali Kota Bill de Blasio pada Rabu (19/3/2020) mengatakan bahwa Kota New York telah melepaskan tahanan yang “rentan” terinfeksi . Langkah itu diambil beberapa hari setelah Los Angeles dan Cleveland membebaskan ratusan tahanan dari penjara di kotanya.

Pendukung reformasi penjara mengatakan mereka yang berada di penjara berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi dan menyebarkan Covid-19.

Menurut laporan BBC, para aktivis reformasi mengatakan para tahanan menghadapi risiko yang unik, karena kurangnya kebersihan di sel dan lorong penjara yang penuh sesak.

Orang yang diborgol tidak dapat menutup mulut ketika batuk atau bersin, wastafel sering kekurangan sabun dan pembersih tangan dianggap barang selundupan karena kandungan alkoholnya. Jumlah tahanan per kapita di AS lebih banyak dari pada negara-negara lain di dunia, dengan sekira 2,3 juta orang di balik jeruji besi di penjara federal, negara bagian dan lokal.

Hingga saat ini diperkirakan ada lebih dari 9.400 kasus Covid-19 dan 152 kematian di AS. Secara global ada sekitar 220.000 kasus yang dikonfirmasi dan lebih dari 8.800 kematian.(int)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kesehatan