Connect with us

Berita Utama

Desa di Malteng Karantina Warganya dari Pulau Jawa

Warga Pelauw yang baru datang dari Pulau Jawa menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di Pelauw, Malteng. -GugusCovid-

Ambon, ameksOnline.- Sejumlah desa di Kabupaten Maluku Tengah melakukan karantina atau isolasi mandiri kepada warganya yang baru datang dari Pulau Jawa. Ini dilakukan untuk memastikan mereka yang baru datang tidak terjangkit Covid-19. Jika ditemukan ada kasus, maka dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan khusus.

Dari data Gugus pencegahan dan penanganan Covid-19 Maluku, sejak 30 Maret sampai 3 April sudah masuk warga sebanyak 4.444 orang. Mereka masuk melalui Bandara Pattimura, dan Pelabuhan Jos Soedarso. Sebanyak 3.882 yang harus melakukan isolasi mandiri, sementara 562 di isolasi di diklat.

Sampai Jumat (3/4) mereka yang diisolasi di Diklat tersisa 101 orang. Mereka ini akan menjalani masa isolasi selama 14 hari. “Kita berharap masyarakat patuh. Ini untuk kepentingan bersama. Bukan untuk pemerintah. Apa yang disampaikan Gubernur Maluku dalam maklumat, demi rakyat Maluku,” kata Ketua Gugus pencegahan dan penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang.

Sementara yang masuk ke kabupaten Maluku Tengah, diterapkan isolasi mandiri secara ketat. Bupati Abua Tuasikal mengatakan, pembangunan posko sudah dilakukan di sejumlah desa. “Bahkan ada desa-desa yang secara mandiri tanpa perintah dari pemerintah, mereka bangun posko sendiri untuk pencegahan Covid-19,” kata dia.

Di Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku dan Hitu, Kecamatan Leihitu, juga dibangun posko. Warga mereka yang baru datang dari Pulau Jawa, semuanya di isolasi mandiri. Posko ini diisi tenaga medis, dibantu aparat keamanan dan warga setempat. 

Warga Hitu yang menjalani isolasi mandiri di SMK Leihitu, Hitu. -GugusCovid-

Setiap hari mereka didampingi, termasuk memberikan sosialisasi dan olahraga pada saat pagi. Makanan disediakan, agar mereka tidak kembali ke rumah masing-masing. “Ini langkah yang harus ditiru oleh semua kabupaten dan kota. Sebelum warga berkumpul dengan keluarganya, mereka harus diisolasi dulu,” kata Kasrul.

Dia berharap, apa yang dilakukan di Pelauw dan Hitu menjadi pelajaran bagi desa-desa lain untuk melakukan hal sama. Kata Sekda Maluku ini, semuanya dilakukan demi kepentingan bersama. “Semuanya dilakukan untuk menjaga kesehatan warga,” pungkas dia.(upi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama