Connect with us

Amboina

Dihadapan Ketua PWI, Gubernur: Kemajuan Daerah di Tangan Pers

UKW PWI Maluku
Gubernur Maluku, Murad Ismail ditampingi Ketua umum PWI Pusat, Atal Depari, dan ketua Panitia pelaksana UKW, Atal Depari, saat membuka pelaksanaan UKW, Jumat sore.

Ambon, ameksOnline. – Keberhasilan dan kemajuan daerah, salah satunya di tangan insan pers. Karena itu harus profesional dalam memberitakan. Ada saling membutuhkan antara pemerintah dan pers itu sendiri.

Demikian ditegaskan, Gubernur Maluku Murad Ismail saat membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan PWI Maluku, di Ambon, Jumat (10/9) sore. Kata dia, berita dan informasi yang disajikan oleh wartawan harus merefleksikan realitas.

Realitas yang sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 40 tahun 1999 tentang pers maupun kode etik jurnalistik, bukan sekedar kabar angin, opini, fantasi atau perkiraan wartawan itu sendiri.

Baca:

“Jadi informasi benar harus di cek dan diricek, sesuai lagu mars PWI dan apa yang menjadi cita-cita PWI yang profesionalisme, berlandaskan takwa yang dimiliki oleh wartawan terutama anggota PWI. Kenapa karena keberhasil dan kemajuan daerah ini ada ditangan insan pers,”kata Murad.

Mantan Dankor Brimob itu mengatakan, UKW yang dilaksanakan PWI merupakan upaya bersama dan menjadi momentum strategis, meningkatkan kualitas dan profesionalitas kewartawanan sehingga dapat menghindari terjadinya penyalagunaan profesi wartawan.

Orang nomor satu di Maluku itu menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku, selalu mendukung semua kegiatan yang dilaksanakan wartawan.

“Pemerintah Provinsi Maluku sangat menghormati dan mendukung sepenuhnya kebebasan pers, dan tidak membatasi kegiatan jurnalistik yang dilaksanakan wartawan, namun sebaliknya mewartawakan berita menyejukan berita, sehingga investasi tidak segan-segan masuk ke Maluku,”paparnya.

Dia juga mengapresiasi, penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang di gelar PWI Maluku.

“Atas nama Pemprov Maluku saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua PWI Pusat dan PWI Maluku yang telah menggagas kegiatan ini,”tandasnya.

Murad juga berharap, setelah mengikuti UKW wartawan dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab peliputan pers menghasilkan karya jurnalistik dengan benar, bermanfaat dan bermartabat.

Sementara itu Ketua Umum PWI, Atal Depari mengakui, tolak ukur utama profesi adalah kompetensi. Profesi tanpa kompetensi seperti pikiran kosong.

“Wartawan adalah sebuah profesi yang menjadi syarat seorang wartawan yang baik dan benar. Paat ini dengan kemajuan teknologi, wartawan dituntut harus kompeten dengan wawasan yang luas, profesional dan beretika,”kata dia.

Depari menjelaskan, kompetensi yang sekarang ini dilakukan dalam uji kompetensi wartawan, yang mana wartawan yang ikut lulus atau tidak karena diuji kemampuannya.

“Dengan uji kompetensi ini ada 10 mata uji dimana dari pengujian pertama sampai sembilan merupakan pendidikan pelatihan untuk wartawan agar profesional,”paparnya.

Baca:

Ditempat yang sama ketua Panitia UKW Provinsi Maluku, Petrus Oratmangun menambahkan, psebenarnya UKW ini sudah berlangsung pada Juli lalu, namun karena Pandemi Covid-19 sehingga baru dilaksanakan hari ini.

Oratmangun mengaku, wartawan yang sudah mengantongi kompetensi diri diharapkan dapat menghasilkan karya-karya jurnalistik yang baik, benar, dan bermartabat melalui kemampuan yang intelektual dan yang terpenting memahami kode etik jurnalistik.

“Peserta UKW Provinsi Maluku tahun ini berasal dari Kota Ambon, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Buru Selatan, dan Kepulauan Tanimbar yang berjumlah 18 orang dengan kategori wartawan muda, “pungkas Oratmangun yang juga Pierde Ambon Ekspres ini. (ARH)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Amboina