Connect with us

Berita Utama

Dihadapan Polisi, Syahrul Wadjo: Saya tidak Diculik

Syahrul Wadjo
Syharul Wadjo memberikan keterangan pers, yang dihadiri Kabid Humas Polda Maluku, dan Kapolresta Ambon. -Lutfi Heluth-

Ambon, ameksOnline.- Drama penculikan akhirnya terbongkar.  Penyidik Polresta Ambon berhasil mengungkap kasus ini. Hasilnya tak ada penculikan terhadap aktivis HMI, Muhammad Syahrul Wadjo. Ini terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan hampir 24 jam. 

Syahrul Wadjo mengaku, pada malam itu, dia dijemput oleh dua orang. Dua orang itu, adalah seniornya di HMI. Namun dia enggan menjelaskan, siapa keduanya.  “Korban merasa tidak diculik,” kata Kapolresta Ambon, Kombes Leo Simatupang dalam konfrensi pers, Jumat (4/9) di Mapolres Ambon, dan dihadiri Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Roem Ohoirat.

“Keterangan Syahrul Wadjo juga berbelit-belit. Ada keterangan kepada penyidik yang selalu berubah. Misalnya, terkait dua mobil yang jemput.  Kemudian yang jemput satu mobil. Menggunakan parang, setelah bilang tidak menggunakan parang,” kata Kapolresta.

Polisi masih akan terus melakukan, ada motif apa dibalik kasus ini. Yang masih menjadi pertanyaan, kata Kapolresta, kenapa harus sembunyikan informasi, hingga pagi. Bahkan sampai sore. Setelah dikonfrontir dengan saksi, Wadjo baru mengakui. 

Wadjo dalam keterangan pers, mengaku, tidak diculik, dipulangkan dengan baik-baik. Karena itu, dia meminta maaf sudah terjadi kegaduhan terkait masalahnya. “Mohon maaf bila ada kata ataupun salah baik yang berkembang di medsos. Secara pribadi saya minta maaf,” kata dia.  

Dia menuturkan, malam tanggal 2 September dia berjalan dari Fakultas Hukum menuju Fakultas ekonomi Unpatti. Saat berjalan, dia berpapasan dengan dua rekannya, Fahmi dan Haikal. Wadjo kemudian menengok kebelakang, ada mobil. Mobil langsung menghampiri. Turun dua orang. “Mereka tangkap saya, dan dikasi masuk ke mobil,” kata dia. 

Di dalam mobil, baru dia mengenal salah satu diantara dua orang itu. Dia kanal tiga tahun lalu. Dan sering saling sapa. Keduanya mengaku, senior di HMI. Mobil terus berjalan, sampai di Waiheru mulai dia ditanya-tanya. 

“Mereka mengaku kecewa. Dan marah, kenapa narasi demonya seperti itu,” kata dia. Sebelumnya Muhammad Syahrul Wadjo baru saja menggelar aksi demo di Kantor Gubernur Maluku, bersama rekan-rekannya. 

Dia kemudian diajak makan di Batu Koneng yang tak jauh dari Unpatti.  Usai makan, dia mengaku diturunkan di Kantor Desa Poka. Kemudian  kembali Komisariat  Ekonomi.

“Saya diantar sampai Gapura Pemda III saya niat jalan ke ekonomi mereka bilang ada polisi. Saya diajak tidur ke mereka punya rumah. Pagi baru saya balik ke komisariat unpatti,” tutur Wadjo.(UPI)

1 Comment

1 Comment

  1. nadia

    September 4, 2020 at 7:51 pm

    terus kenapa diturunkan dengan baju sobek? kalau senior di HMI???

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama