Connect with us

Berita Utama

Diskriminasi Polisi di Sabuai, Perusak Hutan Bebas

Sejumlah mahasiswa dan pelajar Sabuai melakukan aksi di pelataran Gedung DPRD Maluku, Selasa (26/1). -Wahab-

Ambon, ameksOnline.-Puluhan mahasiswa dan masyarakat Desa Sabuai Kecamatan Siwalalat Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melakukan aksi demonstrasi di kantor DPRD Maluku, Selasa (26/1).

Mereka minta direktur CV Sumber Berkat Makmur (SBM) Imanuel Quedarusman secepatnya di proses hukum oleh kepolisian dengan kasus ilegal logging di Sabuai. Bukan dibiarkan.

Mereka juga pertanyakan janji DPRD akan berkoordinasi dengan Polda Maluku untuk membebaskan kedua tersangka warga Sabuai, hanya karena kasus pencegatan CV tersebut agar tidak beroperasi sampai merusaki Wilayah hutan adat setempat.

“Warga selaku pemilik lahan yang cegat, ditahan oleh kepolisian. Tapi direktur perusahaan yang merusaki hutan adat kami dengan kegiatan ileggal logging tidak di proses, ada apa ini,” teriak Jojo koordinator aksi saat menyampaikan orasinya Selasa kemarin.

Menurut mereka, ada kejanggalan hukum dalam penanganan kasus pengrasakan lingkungan ileggal logging yang dilakukan CV SBM. Warga Sabuai yang melakukan Pemalangan dan protes langsung ditahan sebanyak 26 orang atas laporan perusahan.

Sementara pihak perusahaan tidak diproses terkait kerusakan.Malah diberikan keistimewaan

Perusahaan juga dianggap melanggar kesepakatan operasinya pada titik tertentu bukan untuk semuanya termasuk hutan adat.

“Perusahaan melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan kesepakatan awal dengan masyarakat. Kami sudah melakukan pemalangan mulai dari tahap pertama sampai ke ketiga dan 26 Warga ditahan oleh Polsek Werinama sementara perusahaan tidak,” tandasnya.

Aksi yang berlangsung sekitarnya pukul 10.30 pendemo tidak di izinkan masuk, karena alasan protokol kesehatan. Mereka hanya aksi di luar pagar depan kantor dewan.

Pukul 12.10 mereka diterima oleh Wakil ketua DPRD Melkianus Sairdekut, Ketua Komisi II Saoda Tethool dan Anggota Komisi III Benhur Watubun dengan dilakukan prosesi adat.

Benhur pada kesempatan itu mengaku akan menidak lanjuti apa yang menjadi tuntutan para pandemo. ” Kami akan tindak lanjuti tuntutan ini,” sahutnya. (WHB)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama