Connect with us

Amboina

Dokumen Negeri Hilang, Saniri Batumerah Lapor Polisi

Ambon,ameksOnline.- Saniri Negeri Batumerah, Kota Ambon, akhirnya menempuh jalur hukum guna melaporkan dugaan pencurian sejumlah dokumen negeri tersebut. Terutama dokumen yang berkaitan dengan penetapan matarumah parentah milik mata rumah marga Nurlette.

Ketua Saniri Negeri Batumerah, Salim Tahalua mengungkapkan, leporan yang dilayangkan oleh saniri itu, setelah dokumen negeri itu dinyatakan hilang sejak beberapa waktu belakangan ini.


“Anehnya setelah lama dinyatakan hilang, dokumen tersebut diketahui berada di Polda Maluku, dan dijadikan sebagai bukti atas laporan oknum yang mengatas namakan ketua Saniri Negeri Kilang beinisial DH terhadap salah satu ahli waris Mata Rumah Nurlette berinisial RN,”kata Tahalua, kepada wartawan usai melayangkan laporan tersebut di Mapolresta Ambon, Senin (29/6) siang.

Menurutnya, pemerintah negeri Batumerah merasa dilecehkan, pasalnya selama ini tidak ada pihak tertentu yang mengajukan permintaan untuk meminjamkan arsip dokumen milik pemerintah negeri untuk dipergunakan. Arsip tersebut, lanjut Tahalua, malah berpindah tangan ke pihak yang mengaku berasal dari Saniri negeri Kilang tanpa sepengetahuan Pemerintah Negeri Butumerah.


“Dokumen tersebut merupakan arsip resmi negeri yang bersifat internal dan rahasia. Artinya arsip-arsip itu tidak bisa digunakan oleh pihak manapun atau siapapun untuk kepentingan apapun, tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari Saniri, ini pencurian dan harus diusut makanya kita laporkan,”tegas dia.

Onyong sapaan akrab Salim mengatakan, berpindah tangannya dokumen milik pemerintah Negeri Batumerah tersebut, berwal dari laporan oknum yang mengaku Saniri Negeri Kilang DH terhadap salah satu ahli waris Mata Rumah Nurlette guna mengklarifikasi sebuah foto dari tahun 1903.

Didalam foto tersebut terdapat sejumlah orang, dimana salah satu diataranya diklaim sebagai Raja dari Nurlette namun ada juga yang mengklaim sebagai Raja Kilang di saat itu. “Untuk memperjelas isi foto yang merupakan dokumen sejarah itu, pihak DH meminta klarifikasi dari pihak RN lewat aduan di Polda Maluku pada Senin (23/6),”terangnya.

Tidak sampai disitu, dia menambahkan, bukan hanya foto yang disodorkan untuk dilakukannya klarifikasi namun sejumlah dokumen MRP Nurlette, yang seharusnya menjadi arsip milik pemerintah negeri yang sebelumnya hilang dipakai sebagai bukti dalam laporan tersebut.


“Awalnya foto namun dengan nomor perkara beda tidak lagi mengunakan foto tapi bundle laporan. Nah ini yang kita kejar kok bisa berkas tersebut ada di mereka. Kami merasa dilecehkan dokumen kami bisa ada di negeri lain tanpa sepengetahuan kami,”pungkasnya. (AHA).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Amboina