Connect with us

Berita Utama

Dosen Tuding Dekan FKIP Unpatti Lakukan Penipuan dan Tindakan Memalukan

unpatti
Kampus Unpatti

Ambon, ameksOnline.- Puluhan dosen FKIP Unpatti menuding Kebijakan Dekan Izak Wenno, sebagai bentuk penipuan, dan sangat memalukan. Biaya penelitian yang hanya didanai Rp15 juta pun, dialihkan untuk kepentingan koleganya.

Hal Ini disampaikan perwakilan dosen FKIP Unpatti, Berty Wairisal melalui rilisnya kepada ameksOnline. Mereka menilai, Wenno telah melakukan kesalahan dengan menunjuk tim reviewer proposal penelitian yang tidak berkompeten.

Mereka ini, kata dia, mereview sekitar 175 proposal Dosen FKIP. Akibatnya, kekecewaan dan kekacauan terjadi di FKIP Unpatti.

“Bagi kami, masalah seperti ini tidak boleh terjadi di lembaga perguruan tinggi seperti Unpatti. Kalau semua Pimpinan tau, dan mengerti tenang manajemen pengelolaan Lembaga Pendidikan Tinggi, termasuk mengelolah Dana Penelitian Dosen seperti ini,” kritik Berty.

Baca: Drop Out Mahasiswa Unpatti

Berty menilai, kekisruhan ini diciptakan Dekan FKIP yang tidak paham tentang roh sebuah penelitian Dosen. Buktinya, Dekan menunjuk Reviewer gadungan atau abal-abal yang tidak memiliki sertifikasi reviewer.

Reviuwer juga, kata dia, tidak memiliki ilmu yang serumpun untuk me-reviewer proposal yang diajukan para Dosen. Proposal yang lolos hanya kroni dan pejabat struktural mulai dari pimpinan fakultas sampai pimpinan program studi serta anggota senat yang memilih dekan pada 2 bulan lalu.

Reviuwer, bagi dia, mestinya tidak memasukan proposal pribadi atas nama dirinya. Namun di FKIP Unpatti, Reviewer juga memasukan proposal dan yang diloloskan yang pertama adalah milik Reviuwer.

“Tidak melibatkan Lembaga Penelitian Unpatti yang punya kewenangan dalam mengatur, menyeleksi dan menetapkan proposal mana yang layak atau tidak layak,” tuding Berty.

Karena itu, para Dosen ini meminta penjelasan Rektor Unpatti SJ Wenno, terkait tidak memberikan kewenangan kepada Lembaga Penelitian Unpatti yang semestinya punya kewenangan untuk memproses, seleksi sampai pada penetapan sebuah proposal penelitian.

“Kalau mekanisme sebagaimana lazimnya ini di tempuh, sudah tentu tidak ada masalah. Karena yang melakukan proses itu adalah Lembaga Penelitian Universitas Pattimura yang diatur dalam aturan,” kata Berty.

Anehnya, kata dia, Dekan membentuk tim yang sudah tidak independen. Karena tim itu adalah koleganya. “Mereka juga mengajukan proposal. Bagaimana mungkin mereka mengeleminir diri sendiri? Kan hal ini tentu menimbulkan konflik of interest,” beber Berty.

Baca: Airlangga Jadi Capres Golkar

Menurut dia, semua Guru Besar di FKIP yang mengajukan proposal, pasti diloloskan untuk dapat dana penelitian yang nilainya hanya Rp10 juta hingga Rp15 juta. Bagi dia, sangat memalukan.

“Karena di Universitas lain di Indonesia Guru Besar itu mestinya berlomba mengajukan proposal ke Kementerian atau Lembaga Donor dunia. Supaya mendapatkan dana penelitian yang besar dan melibatkan para dosen/asisten/kelompoknya, sehingga Unpatti bisa mendapat pengakuan. Dengan begitu rating Unpatti menjadi baik dan unggul,” terang dia.

Menurut para dosen ini, proposal yang diloloskan oleh reviewer pilihan dekan FKIP Unpatti yang tidak kompeten. Karena tidak miliki sertifikat atau legalitas sebagai reviewer ini sarat dengan proses penipuan, like and dislike yang tidak profesional sama sekali.

“Karena penentuan kelolosan itu didasarkan atas pertemanan, sodara sekampung, atau kelompoknya. Selain itu semua pejabat struktural, yang memasukan proposal seperti pembantu Dekan, Ketua Jurusan dan Ketua Prodi dan Anggota Senat yang adalah kelompok dekan diloloskan,” terang dia.

Para Dosen ini menantang panitia review transparan dalam menentukan proposal lolos dan tidak lolos. Bagi Mereka ini proses penipuan yang dilakukan oleh Tim review abal-abal bentukan Dekan FKIP.

“Kualitas yang selalu digaungkan, kami meminta agar Pa Rektor membatalkan hasil reviewer abal-abal ini dan menarik kembali untuk di proses oleh Lembaga Penelitian Unpatti,” pungkas puluhan dosen ini.(yan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama