Connect with us

Berita Utama

Soal Drop Out Mahasiswa, ICMI Beber Kebohongan Unpatti

unpatti

Ambon, amekOnline.- Drop Out mahasiswa Unpatti masih menjadi bola liar. Klarifikasi pihak kampus, juga menimbulkan masalah baru. Muncul data DO mahasiswa lebih besar, 18 ribu orang.

Ketua ICMI Provinsi Maluku, Hasan Pelu, mengatakan deadline waktu untuk proses akademik, secara otomatis mereka yang di angkatan 2013 sudah tidak bisa lagi di hitung sebagai mahasiswa, karena melebihi 14 semester.

“Dan data berpotensi di angka drop out itu 2013, banyak. Otomatis tidak bisa di hitung sebagai data Mahasiswa, secara administratif, itu sudah DO. Jadi kalau masih di hitung, itu pebohongan publik namanya, ” tegas Pelu kepada media ini, Rabu (2/6/2021).

Kendati demikian, respon cepat Unpatti terkait kritikan publik, disebut sebagai langkah bijak.” Dan kita bersyukur disampaikan Wakil Rektor Satu, terlihat. Ternyata, data disampaikan Rektor Unpatti (Prof. Dr. M. J. Saptenno, S.H, M.Hum) sebelumnya itu terkoreksi. Bukan 10 ribu tetapi 18 ribu sekian,” ucapnya.

Baca Juga: Unpatti Tetap Terapkan Belajar Online

Dia mengaku, bingung ada perbedaan data yang disampaikan Rektor dan Wakil Rektor 1. Rektor menyebut Mahasiswa DO ada 10 ribu, sementara Wakil Rektor Bidang Akademik menyebut 18.163.

“Kalau 10 ribu maka bisa saja dibulatkan menjadi 12 ribu. Karena, misalnya ada Mahasiswa yang mengikuti tes dan lolos kemudian tidak mengikuti proses akademik, itu juga masih di hitung. Jangan cuma bisa dibilang mahasiswa Unpatti banyak, tetapi ternyata sedikit,” ucapnya.

Menurut dia, jika jumlahnya diatas angka 18 ribu maka bisa jadi dibulatkan menjadi 20 ribu atau lebih.

” Unpatti belum punya mekanisme melakukan DO. harus ada peraturan. Sehingga mahasiswa angkatan 2013 atau 2012 bisa di DO karena masa studi sudah selesai. Mengapa di hitung lagi sebagai Mahasiswa,” katanya.

Menurutnya, saat ini yang menjadi fokus Unpatti, bagaimana menyalamatkan ribuan Mahasiswa angkatan 2014. Karena, mereka berpotensi DO.

”Fokusnya, itu. Bagaimana angkatan 2014 ini bisa selesai. Harus ada kebijakan untuk itu, paling tidak ada kordinasi dengan Dirjen Dikti, kebijakan untuk itu,” saranya.

Dia mencontohkan, Mahasiswa yang membayar SPP, namun mata kuliah masih tertinggal Lima atau lebih. “Ini harus ada kebijakan. Bagaimana solusinya. ICMI siap bersama untuk membicarakan bagaimana mencari jalan solusi terbaik bersama tim di Unpatti, ” kata Pelu.

Pelu menegaskan, Unpatti sebagai kampus terbesar di Maluku harus berbenah. ” Dan jangan alergi kritik, karena itu bagian dari kepedulian masyarakat terhadap Unpatti.Sebagai Alumni kami juga punya tanggung jawab memberikan masukan- masukan yang sifatnya konstruktif,” imbuhnya.(ERM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama