Connect with us

Berita Utama

Dua Jalur Perdagangan Senpi dari Ambon ke Pintu Bintuni

Warga Sipil yang diduga berperan sebagai pengumpul Senpi dan amunisi illegal dari oknum anggota Kodam XVI Pattimura. -IST-

Ambon, ameksOnline.- Berawal penangkapan oleh polisi di Bintuni, Papua, transaksi senjata api dan amunisi terungkap. Ada dua transaksi jalur perdagangan berbeda. Namun pintu masuk ke Kelompok Kriminal Bersenjata, melalui Bintuni, dari Ambon, Maluku.

Dua jalur ini dikelola oleh oknum aparat keamanan dari dua institusi berbeda. Oknum anggota TNI-AD, dan oknum anggota Polda Maluku. Baik Polda Maluku maupun Kodam XVI Pattimura belum bisa mengungkapkan, adanya keterkaitan antara mereka.

“Penyidikan masih dilakukan,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Mohammad Roem Ohoirat. Dari jalur transaksi yang melibatkan oknum anggota TNI-AD yang bertugas di Batalion 733, Praka MS.

Praka MS sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan di kantor Denintel Kodam XVI Pattimura. “Masih menjalani pemeriksaan di Intel. Tunggu saja,” ungkap sumber lainnya kepada ameksOnline.

Dia kemudian menjual kepada warga sipil berinisial AT. AT sudah ditahan. Dari tangan AT ditemukan 600 amunisi senyap. Menurut kepolisian, peran AT untuk sementara penampung, sebelum barang itu dikirim secara illegal ke Bintuni. AT menetap di Hative Kecil, Kecamatan Baguala Kota Ambon.

Hari ini direncanakan dilakukan konfrensi pers lanjutan, menindaklanjuti kasus tersebut. Kali ini Polda Maluku dan Kodam XVI Pattimura yang menggelarnya. Kodam hadir, karena ada dugaan keterlibatan satu anggotanya.

Apakah mereka ini satu jaringan, informasi ameksOnline di kepolisian, menyebutkan masih dikembangkan. Namun mereka hampir memastikan, jalur keduanya berbeda. “Karena sampai sekarang, belum ada kaitan diantara oknum anggota TNI dan dua oknum anggota polisi,” ungkap sumber ini.

Lalu bagaimana dengan perdagangan yang dikelola oleh dua oknum anggota polisi ini? Keduanya anggota Polresta Pulau Ambon dan PP Lease. Masing-masing Bripka RA, dan Bripka ZP. “Keduanya berteman lama,” kata sumber ameksOnline.

Soap penghubung mereka di Bintuni, sudah ditangani oleh Polda Papua. Namun seorang warga sipil diketahui sebagai perantara. Kata Kabid Humas, keduanya tidak menjual langsung ke anggota KKB, tapi melalui tangan orang lain.

Para pelaku saat ini kata Roem, sudah diamankan guna proses lanjut. Sayangnya, juru bicara Polda Maluku itu belum menyebutkan identitas para pelaku mengingat proses penyelidikan dan pengembangan masih dilakukan.

“Secara materi kami belum dapat sampaikan secara terbuka, karena masih dilakukan penyilidikan dan nanti pada saatnya kami akan rilis secara terbuka bersama dengan mitra kami,” janjinya. (UPI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama