Connect with us

Berita Utama

Dua Orang Meninggal, Ratusan Rumah Rusak Parah

Ribuan warga memilih mengungsi di tempat ketinggian. Kemacetan terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (26/9). -Lutfi-

Ambon, ameksOnline.- Dua orang dilaporkan meninggal dunia, dan ratusan rumah rusak parah. Dua orang ini meninggal di tempat berbeda. Satu warga Nania, dan satunya Staf di Rektorat IAIN Ambon, bernama Narti Rotah.

Kerusakan rumah terparah terjadi di Dusun Batu, Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah. Ratusan rumah rusak parah. Sekitar 50 persen dari rumah rusak itu, mengalami kerusakan total. Mereka terpaksa mengungsi.  

Seorang warga Nania yang tewas, dikabarkan tertimpah longsor akibat goncangan gempa yang sangat kuat. Awalnya dia berusaha menyelamatkan keluarganya yang masih berada di rumah. Naasnya keluarga selamat, dia justeru tak bisa menyelamatkan diri.

Sementara Narti meninggal tertimpah reruntuhan gedung rektorat IAIN. Musibah menimpahnya saat berlari menyelamatkan diri. “Iya meninggal dunia, karena luka-luka parah,” kata salah satu dosen IAIN Ambon, Ismail Hehanussa. 

Gedung Rektorat IAIN

Sementara itu, pusat Kota Ambon masih sepi. Warga tak berani berada di dataran rendah. Hanya terlihat beberapa orang yang berlalu lalang dengan kendaraan bermotor. Padahal hari biasanya pusat kota selalu terjadi kemacetan akibat padatnya kendaraan bermotor. 

Sejumlah gedung dan hotel mengalami kerusakan. Para penghuni hotel tidak berani kembali ke kamarnya, karena takut gempa susulan. Semua gedung bertingkat juga kosong. Pemukiman warga yang berada di pesisir pantai juga terlihat sepi. 

Warga dianjurkan untuk mengawasi rumahnya. Tidak dibiarkan kosong, karena berpeluang dimasuki pencuri. Pasalnya ketika gempa terjadi, warga langsung lari meninggalkan rumah, dan memilih ke lokasi yang jauh dari pemukimannya.

Sampai pukul 12.00 mereka belum berani untuk kembali. Ada sebagian yang nekat kembali untuk mengawasi kondisi rumahnya. BMKG sendiri memastikan tidak ada tsunami. Namun pernyataan ini belum bisa meyakinkan masyarakat.  

Gempa  berkekuatan 6,8 SR ini terjadi sekira pukul 08. 46. 45 Wit. Lokasi gempa berada di 3.38 LS,128.43 BT ( 40 km Timur Laut Ambon-Maluku) dengan kedalaman 10 Km.

BMKG Mngklaim tidak berpotensi tsunami. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=6,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=6,5. 

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,43 LS dan 128,46 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 42 km arah timur laut Kota Ambon, Propinsi Maluku pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Ambon ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar mendatar (strike slip fault). (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama