Connect with us

Lintas Pulau

Duit Rp50 Juta Raib di Meja Sekretaris KPUD Buru

Namlea, ameksOnline.- Raibnya dana KPU Kabupaten Buru sebesar Rp 50 juta sejak 10 April 2019 hingga kini masih menyisahkan tanda tanya. Sejumlah uang tersebut diduga hilang di meja Sekretaris KPU Buru, Azis Fesanrey. 

Anehnya, meski dana sebesar Rp 300 juta yang diperuntukkan bagi kegiatan bimtek KPPS di sepuluh kecamatan di Kabupaten Buru itu, namun belakangan diketahui hilang tanpa alasan. 

Berdasarkan penelusuran Ambon Ekspres dari sumber terpercaya di kantor KPU mengungkapkan, kehilangan dana Rp 50 juta itu terjadi di meja sekretaris KPU Buru pada April 2019 lalu. 

“Dana Rp 50 juta itu memang benar hilang di meja Sekretaris KPU Buru. Hilangnya dana itu hingga kini belum di telusuri oleh aparat penegak hukum,” akui sumber terpercaya ini. 

Menurut sumber, sekira pukul 10.00 WIT pagi hari, sekretaris ke ruangan bendahara meminta untuk memberikan uang kegiatan bimtek KPPS kepada ketua divisi teknis.

Kemudian bendahara menghitung dan memberikan uang kegiatan Rp 300 juta tersebut kepada PPK dan pembantu bendahara agar membawanya ke sekretaris. 

Siang hari sekitar pukul 14.30 Wit, PPK mengembalikan uang tersebut dan dihitung ternyata sudah tidak utuh, Sejumlah uang tersebut saat itu hendak digunakan untuk kegiatan bimtek KPPS di sepuluh kecamatan di Kabupaten yang bertajuk Retemena Barasehe itu. 

Saat itu uang kegiatan tersebut dimasukan oleh bendahara dalam kantong plastik merah dengan jumlah senilai Rp 300 juta. Meski demikian, saat sejumlah uang tersebut dikembalikan ke bendahara diketahui sudah tak utuh karena hanya berjumlah Rp 250 juta.

Mengetahui kehilangan uang dalam sekejap itu, terjadi ketegangan di kantor KPU. Bagaimana tidak, bendahara KPU tak terima dengan kehilangan uang itu saat dikembalikan oleh Azis Fesanrey kepadanya. 

“Dari kehilangan uang itu pernah diusulkan untuk dilaporkan ke polisi, namun usulan tepat itu sama sekali tak direspon oleh Azis Fesanrey,” jelas sumber. 

Menurut sumber, uang tersebut merupakan uang negara yang mestinya harus ditelusuri kebenarannya. Karena itu, dia meminta kepada kepolisian dan kejaksaan untuk mengusutnya sehingga bisa diketahui siapa aktor dibalik raibnya dana itu.

Modus masalah ini lanjut sumber, sering terjadi di lembaga pemilihan umum itu. Dia kuatir jika tak diusut oleh aparat penegak hukum, maka tentu momentum pilkada yang akan datang KPU Buru dihadapkan dengan masalah yang sama.

Koordinator Divisi yang membidangi kegiatan Bimtek KPPS ketika itu Faisal Amin Mamulaty yang dihubungi via selulernya tidak mau banyak berkomentar dan menghindari pertanyaan Ambon Ekspres, namun dirinya membenarkan bahwa uang Rp50 juta itu benar hilang alias di ambil oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Dirinya mengetahui peristiwa hilangnya uang tersebut, saat berada di Desa Waplau saat melaksanakan kegiatan Bimtek KPPS. 

“Saya ingat bahwa pada saat bimtek di kecamatan waplau sedianya seluruh kebutuhan bimtek akan di kerjakan dan dibayarkan oleh staf divisi, namun hal itu tidak terlaksana akibat uang yang hendak di beri ke staf divisi kunjung tiba,” jawab Faisal. 

Menurutnya, akibat kehilangan uang tersebut kegiatan sempat mandek beberapa saat dan mengundang tanya para peserta bimtek. Terakhir diketahui dari hasil penelusuran saat itu juga bahwa uang tersebut tidak diberikan ke staf divisi dan ada permasalahan kehilangan sejumlah uang di kantor KPU Buru.

Sementara itu, Sekretaris KPU Buru, Azis Fesanrey yang dikonfirmasi Ambon Ekspres, Jumat (05/2) diruang kerjanya mengaku, hilangnya uang tersebut disebabkan karena bendahara KPU salah menghitung. Dia meminta kasus ini dikonfirmasi langsung ke bendahara KPU, ketua KPU dan beberapa komisioner karena mereka juga mengetahui masalah tersebut.

“Informasi ini terkesan menyudutkan beta (saya),” katanya.Menurut dia, mestinya kehilangan uang harus ditanyakan langsung terlebih dahulu kepada bendahara KPU. Sehingga bisa diketahui jelas bagaimana kronologisnya. 

“Uang itu diserahkan bendahara kepada siapa? Jika bendahara sudah menjelaskannya maka kita akan klasifikasi,” singkatnya dengan nada tanya. (AKS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lintas Pulau