Connect with us

Pendidikan

Fakultas Teknik Unpatti Gelar Konfrensi Lintas Negara

Unpatti
Konfrensi lintas negara yang diselenggarakan Fakultas Teknik Unpatti, kemarin. -Leo-

Ambon, ameksOnline.- Untuk pertama kalinya, Konfrensi Lintas Negara Bidang Tekhnologi Kelautan Regional Asia, hari ini, Kamis, (15/10), digelar secara virtual di Ambon. Fakultas Tekhnik Universitas Pattimura, menjadi tuan rumah. Konfrensi ini melibatkan, Indonesia, Malaysia, Thailand, India dan Bangladesh.

“Di Indonesia, konfrensi ini sudah dilakukan beberapa kali. Dan untuk pertama kalinya di Maluku, khususnya di kota Ambon,” kata Dekan Fakultas Teknik Unpatti, WR Hetharia, kepada Ambon Ekspres disela kegiatan, kemarin.

Konfrensi Lintas Negara ini, dibuka langsung oleh Rektor Unpatti, Marthinus Johanes Saptenno secara virtual. Saptenno dalam mengapresiasi, konfrensi yang melibatkan Negara-negara besar yang ada di Asia.

Natsepa

Peserta pun datang dari seluruh Negara di dunia. Ini membuktikan, konfrensi ini sangat membutuhkan pemikir-pemikir hebat dari akademisi. “Diharapkan dengan adanya konfrensi ini, dapat menghasilkan output yang luar biasa bagi negara-negara yang berada di daerah perairan,” kata Saptenno.

Dekan Fakultas Teknik Unpatti, WR Hetharia. mengatakan, 74 persen dataran di tutupi oleh perairan, dan 95 persen, pengangkutan barang atau transportasi barang diangkut melalui jalur laut dan sungai.

“Kita ketahui, banyak potensi alam yang terdapat didalam laut dan sungai. Dimana hingga saat ini, potensi tersebut masih dicari dan diolah menjadi bahan baku yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” ungkap Hetharia.

Di laut, kata dia, sesungguhnya, banyak sekali kegiatan industri maritim yang sangat besar. Jadi tujuan dari tajuk yang diambil ini adalah, pengembangan industri kelautan untuk masa depan yang lebih baik melalui inovasi dan kreatifitas.

“Untuk itu, kita yang tergabung dalam institusi perkapalan dan kelautan di seluruh dunia, dapat saling berbagi pengetahuan yang didapat. Untuk dapat mengelola hasil laut dengan baik dan dapat dikembangkan pada negara-negara maju,” kata Hetaria. (PRO3)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Pendidikan