Connect with us

Metro Manise

FGD Deradikalisasi Digelar di Kapaha

Sejumlah pemuda di Kapaha mengikuti FGD terkait deradikalisasi yang berlangsung di mesjid Al-Hijrah. -ist-

Ambon, ameksOnline – Di tengah upaya membantu pemerintah memutus mata rantai Covid-19, elemen keagamaan tetap mengkampanyekan deradikalisme.  Kerjanya tetap dilakukan, juga untuk memutus mata rantai radikalisasi.

Rabu (29/7) digelar Focus Group Discussion dengan tema Bersama Menangkal Bahaya Faham Radikalisme, Terorisme di Kota Ambon. FGD ini dihadiri Pemuda Kapaha, Kelurahan Pandan Kasturi, Kecamatan Sirimau.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Hijrah, Kapaha, Rabu (29/7) menghadirkan dua narasumber, Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi MalukuAbdulah Latuapo, dan Ketua FKPT Provinsi Maluku Abdul Rauf.

Ketua MUI Abdulah Latuapo,  mengatakan terpenting dalam proses deradikalisasi ini, bagaimana pemuda dan masyarakat dapat mempertahankan keutuhan negara kesatuan republik Indonesia, di tengah keberagaman. Keberagamaan sebagai anugerah Allah SWT.

“Pada prinsipnya kita tidak dapat hidup secara sendiri. Sehingga dalam hidup ini kita membutuhkan orang lain untuk terus hidup bersosialisasi dan saling menghargai di tengah perbedaan,” kata dia.

Ketua FKPT Indonesia Timur Abdul Rauf, mengingatkan, pemuda Kota Ambon tidak mudah terpengaruh ajakan atau ajaran kelompok-kelompok yang memiliki faham radikal. Fanatisme berlebihan dan sangat intoleran menjadi ciri utamanya.

“Dimana ciri seperti ini cenderung mudah terpapar faham radikal dan sangat berbahaya. Kendati berbahaya mereka tidak boleh dibiarkan terjerumus. Harus di rangkul kembali untuk brgabung bersama kelompok masyarakat yang toleran dan cinta damai,” kata Abdul Rauf. (UPI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Metro Manise