Connect with us

Berita Utama

Hentikan Demo Cegah Klaster Baru, Pemkot: Kami Minta Maaf

Kasus Covid Ambon
Jubir Satgas Kota Ambon, Joy Adriansz

Ambon, ameksOnline.-  Kasus Covid-19 di Kota Ambon terus meningkat. PPKM berskala Pengetatan nyaris tak berefek. Mahasiswa diminta hentikan aksi demonya untuk hindari klaster Covid-19 baru.

Aksi sudah dilakukan selama dua hari berturut. Jumat (16/7) jumlah massa juga sangat besar. Tak ada jaga jarak. Sebagian besar massa tak mengenakan masker saat aksi itu terjadi.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz mengimbau, para mahasiswa untuk menahan diri di tengah-tengah situasi pandemi. Ini penting untuk keselamatan dan kebaikan bersama sebab kasus konfirmasi positif dan angka kematian terus naik.

Baca: Mau Ekonomi Maju? Kemajuan Teknologi Solusinya

“Jika ada diantara pendemo yang terpapar tentu akan menulari rekan- rekannya, bahkan aparat yang melakukan pengamanan hingga keluarga mereka dirumah,”kata Jubir, kepada wartawan di Ambon, Sabtu (17/7)

Menurutnya, jumlah kasus positif terus  meningkat, hingga tempat isolasi terpusat penuh. Tenaga kesehatan juga terbatas karena makin banyak yang terpapar.

“Sebab itu masyarakat sudah dihimbau untuk tidak keluar rumah selain untuk bekerja dan bersifat urgen, tidak bisa ditunda. Jangan sampai membawa pulang virus bagi keluarga dirumah,” jelasnya.

Dijelaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengatasi pandemi. Kerjasama dan partisipasi dari semua elemen masyarakat sangat diharapkan untuk mendukung Ambon keluar dari Zona Merah (resiko tinggi).

“Terus kita himbau agar dapat membantu pemerintah dengan mematuhi protokol kesehatan, sehingga Ambon bisa keluar dari zona merah, dan PPKM Mikro diperketat tidak diperpanjang,” ungkap Jubir.

Menanggapi peristiwa demonstrasi yang berujung ricuh antara kelompok pendemo dan aparat Kepolisian serta Satpol PP Kota Ambon yang melakukan pengamanan, Joy menyayangkan hal tersebut.

Baca: BRI Pelopori Vaksinasi Massal di 13 Kota Besar

“Tindakan aparat membubarkan pendemo  karena demonstrasi tidak diizinkan selama PPKM,” ujarnya.

Jubir meminta, maaf apabila dalam kericuhan itu ada pendemo yang bajunya sobek karena tarik menarik dengan aparat kepolisian maupun Satuan Polisi pamong Praja (Satpol PP) Kota Ambon yang mengamankan Balai Kota.

“Ada juga kejadian salah tangkap warga yang berada dalam kerumunan pendemo, oleh sebab itu atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kami meminta maaf terjadi hal demikian,”tandasnya. (ARH)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama