Connect with us

Berita Utama

Jadi Capres Golkar, Ini Elektabilitas Airlangga Hartarto

Golkar dan PKS
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto saat menerima Presiden PKS.

Jakarta, ameksOnline.- Jadi Capres Golkar, Airlangga Hartarto masuk dalam nama-nama Bakal Calon Presiden RI yang di survei dua lembaga survei, Charta Politika Indonesia dan Indikator Politik Indonesia. Airlangga sendiri satu-satunya Capres yang diusung Golkar.

Dalam survei, Charta Politika Indonesia menggunakan metode survei sampling dengan 1.200 responden. Margin of error sekitar 2,83 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan pada 20-24 Maret 2021. Elektabilitas Airlangga sebesar 0,2 persen.

Sementara, Indikator Politik Indonesia capres dalam surveinya Airlangga juga mendapat prosentase 0,2 persen pilihan anak muda. Margin of error dalam survei ini sebesar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Airlangga Hartarto juga masuk dalam empat besar menteri yang berkinerja baik. Sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga dinilai berhasil menjalankan tanggungjawab yang diberikan Presiden Joko Widodo.

Baca: Nono Minta Kebijaksanaan Murad

Selain Airlangga, Hasil survei yang dirilis oleh lembaga Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) juga menempatkan tiga Menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya, seperti Sandiaga Uno, Prabowo Subianto dan Tri Rismaharini.

Mereka ini dipercaya masyarakat bisa menjadi calon Presiden 2024. “Sandiaga Uno memperoleh elektabilitas 25,26 persen, Prabowo Subianto 19,17 persen dan Airlangga Hartarto 9,79 persen serta Tri Rismaharini 7,69 persen,” kata peneliti ARSC Bagus Balghi di Jakarta, Sabtu, (22/5), seperti dikutip dari Antara.


Survei yang dirilis ARSC tersebut dilaksanakan pada 26 April hingga 8 Mei 2021, dan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi dengan usia terendah 17 tahun atau sudah memenuhi syarat sebagai pemilih.Survei dilakukan melalui telepon dengan metode penarikan sampel acak bertingkat dengan batas kesalahan “margin of error” kurang lebih 2,9 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Menanggapi hasil survei tersebut, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, Maman Abdurahman mengatakan faktor pandemik COVID-19 memengaruhi penilaian publik terhadap pemilihan figur yang akan menjadi calon pemimpin di masa depan.

Keputusan Partai Golkar mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon presiden (Capres) juga sudah bulat. Sehingga, Partai Golkar memastikan tidak akan menggelar konvensi untuk menentukan kandidat Pilpres 2024 .

“Tidak ada konvensi. Desakan kader diseluruh Indonesia meminta Pak Airlangga Hartarto untuk menjadi capres sudah sangat kuat,” ujar Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily saat menghadiri rilis survei nasional Indikator Politik Indonesia bertajuk Persepsi Ekonomi dan Politik Jelang Lebaran, Selasa (4/5).

Pernyataannya tersebut sekaligus menegaskan jika Partai Golkar satu suara mengusung Airlangga Hartarto sebagai Capres. Kata Ace, sosialisasi Airlangga yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) didorong sebagai Capres telah dilaksanakan.

Baca: Empat Menteri Berkinerja Baik

Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini memastikan perkembangan penanganan pandemi Covid-19 yang semakin hari terus membaik tidak dimanfaatkan oleh Airlangga Hartarto untuk meningkatkan citra positifnya sebagai Capres.

“Beliau itu (Airlangga) sangat profesional. Beliau pernah menyatakan, ‘saya akan lebih konsentrasi menjadi ketua penanganan Covid-19, itu lebih penting’,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan dalam temuan survei Indikator, sebanyak 65,7% masyarakat menyatakan sangat puas dengan penanganan pandemi Covid-19 yang ditangani pemerintah.

Burhan menjelaskan prestasi tersebut seharusnya menjadi insentif elektoral untuk pak Airlangga yang bertindak sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

“Airlangga sebagai ketua komite penanganan Covid-19 plus Menteri Koordinator seharusnya yang paling berhak mendapatkan insentif elektoral,” papar Burhan.(*/dtc/yan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama