Connect with us

Berita Utama

Jelang HUT RMS, Bekas Pimpinan RMS Ajak Warga Setia ke NKRI

Kegiatan deredikalisasi simpatisan RMS, oleh personil Polda Maluku, di kabupaten SBB, Jumat (23/4). (ist)

Ambon, ameksOnline.- Jelang perayaan ulang tahun Republik Maluku Selatan (RMS) yang ke-71, pada 25 April mendatang, para mantan pimpinan dan simpatisan ramai-ramai mengatakan diri untuk setia kepada NKRI, dan siap membantu pemerintah untuk membangun daerah maupun negeri yang mereka tempati.

Para mantan pimpinan RMS itu berada di Kecamatan Kairatu Barat, Seram Bagian Barat (SBB). Sebelumnya, para pimpinan dan simpatisan RMS yang berada kecamatan Saparua, Maluku Tengah, juga mendeklarasikan diri untuk tidak lagi terlibat dan ikut dalam kegiatan organisasi terlarang itu.

Mathias Wattimury, mantan simpatisan sekaligus salah satu pimpinan RMS di Kabupaten SBB mengatakan, jika ia kini tak mau lagi terlibat dalam kegiatan apapun yang berkaitan dengan RMS itu. Baginya RMS hanyalah masa lalu, dan sebuah organisasi maupun negara bohong yang menyusahkan warga.


“Siap membantu Pemerintah Kabupaten untuk menjaga situasi Kamtibmas di SBB dalam keadaan aman dan damai. RMS itu semacam negara bohongan, ” tegas dia, dalam rilisnya yang diterima media ini, Jumat (23/4). wartawan

Menurutnya, sudah waktunya jika seluruh simpatisan maupun pengikut RMS meninggalkan organisasi tersebut.


“Tidak ada gunanya juga kita ikut-ikutan dan bergabung dengan RMS, sebab kenapa ? Yang kita terima hanyalah janji palsu dab sengsara. Saya dan seluruh mantan simpatisan RMS disini (SBB), akan bersama-sama pihak TNI-Polri untuk melakukan jaga malam di seluruh desa menjelang perayaan RMS tanggal 25 April nanti, “kata Wattimury.

Dirinya berjanji, akan memberikan informasi sedetail mungkin terkait aktivitas maupun kegiatan RMS jelang HUT 25 April nanti.


“Kita akan memberikan informasi sedetail mungkin kepada pihak TNI-Polri apabila adanya kegiatan terselubung oleh kelompok RMS di SBB, khususnya kecamatan Kairatu Barat. Kita juga menyarankan kepada seluruh personil TNI/Polri, untuk meningkatkan patroli secara intensif di wilayah SBB, terutama kecamatan Kairatu, “terangnya.

Hal senada juga disampaikan, Moses Rutumalessy mengungkapkan, dirinya bersama bersama mantan sahabatnya dokter Alex Manuputty yang membesarkan FKM RMS saat sebelum kerusuhan hingga kerusuhan pada 1999 silam

” RMS bagi saya masa lalu. Sadar sesungguhnya RMS itu pembohong. Cukup kita yang rasakan, jangan lagi ada yang ikutan apalagi bergabung. Saya puluhan tahun dengan RMS tapi apa yang didapat ? Tidak dapat apapun, yang ada hanya penderitaan, “beber dia.

Ditegaskan, saat ini ia terus memberikan pemahaman kepada warga dan pemuda dari desa ke desa, untuk jangan sampai terlibat dengan organisasi terlarang itu.

” Akan membantu sepenuhnya pihak TNI-Polri dan Pemerintah Kabupaten, untuk mengantisipasi gerakan terselubung RMS . Kemudian bersama warga masyarakat desa untuk mengantisipasi pengibaran Bendera RMS, “ujarnya.(AHA).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama