Connect with us

Berita Utama

Kadispera Aru Dilaporkan Istrinya Ke Polda Maluku

grebek suami
Habiba Yapono saat mendatangani suaminya di sebuah hotel di Ambon. -DOK-

Ambon, AmeksOnline- Kepala Dinas Perumahan Rakyat (KadisPera) Kabupaten Kepulauan Aru, Umar Ruly Londjo resmi dilaporkan isterinya Habiba Yapono ke Polda Maluku. Laporan disampaikan tim kuasa hukumnya.

Bedasarkan laporan polisi nomor LP/-B/X/2020/Maluku/SPKT Polda Maluku, orang nomor satu di Dinas Pera itu dilaporkan dengan tuduhan tindak pidana penelantaran isteri serta tuduhan tindak pidana pengancaman, intimidasi yang dilakukannya melalui orang-orang suruhan.

Azwar Patty, Kuasa hukum Habiba Yapono mengatakan, laporan itu disampaikan pada tanggal 8 Oktober, 2020.”Laporan yang kami layangkan itu pertama mengenai pengancaman secara phisikis yang dilakukan oleh terlapor kepada klien kami dan anak-anak. Berikutnya adalah tindak pidana penelantaran isteri,”ujar Azwar Patty, kepada wartawan, Selasa (13/10).

Natsepa

Menurut Azwar, Umar Ruly Londjo sebagai terlapor dalam kasus ini telah melakukan intimidasi kepada isteri dan anaknya melalui orang suruhan, sementara untuk kasus penelantaran, dia tidak memberikan nafkah kepada isterinya berupa uang dari gaji bersangkutan terhitung berlangsung selama tujuh bulan.

“Mengenai dua tuduhan itu, subtansi persoalannya diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 pasal 45 ayat 2 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), berikutnya pasal 49 huruf a, Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penelantaran,”ujar Azwar.

“Klien kami merasa hak -hak secara konstitusionalnya terabaikan dan merasa diitimidasi baik secara verbal maupun non verbal,”tambah Syafridhani, SH.

Syafri mengatakan, pihaknya sudah megantongi bukti-bukti dari dua kasus yang diadukan itu dan akan disampaikan pada saatnya nanti.”Untuk bukti-buktinya sudah kami siapkan,”katanya.

Sejauh ini, sejak kasus itu dilaporkan ke Polda Maluku, belum ada pemanggilan terhadap pihak terlapor. “Yang jelas, pemohon sudah melaporkan sambil menunggu pemanggilan saksi-saksi untuk dilakukan konfrontir pernyataan dari klien kami,”tutup Syafridhani. (UPI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama