Connect with us

Amboina

Karateka Dojo Taheng Wayame Gondol 4 Emas di Kejurnas


Ambon, ameksOnline.-Capaian luar biasa dipersembahkan karateka asal perguruan Indonesia Karate-Do (Inkado) Dojo Taheng Wayame di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Jakarta Open dan Festival musim 2021.


Anak binaan La Wehe, Muhammad Ibnu Salim dan Fadli Suad ini berhasil membawa pulang 4 medali emas dan 1 medali perunggu di Kejurnas karate via virtual yang berakhir beberapa hari lalu. Empat atlet yang menggondol medali emas, yakni Indah Putri Anggreini (KATA Pra pemula), Agnia Puspa Naraswari (KATA Pra pemula), Muhammad Zuhri (Kumite Shadow Putra) dan Wa Sunia (Kumite Shadow Putri). Sementara sekeping perunggu diraih oleh Muhammad Zuhri yang bermain dinomor KATA Pra pemula.


Hasil ini mengantarkan Dojo Taheng Wayame bertengger di posisi 35 klasemen akhir Kejurnas. Sementara juara umum diraih oleh Dispora Kota Mobago, disusul Gojukai Karate Club dan posisi ketiga ditempati oleh Forkot Probolinggo.


Hasil ciamik yang dicapai oleh Zuhri dan kawan-kawan, sudah tentu membuat bangga semua orang karena karateka di Dojo Taheng berhasil membuat harum nama Maluku dipentas nasional meski di tengah pandemi.

’’ Capaian 4 medali emas dan 1 perunggu yang diraih oleh anak-anak (karateka) menjadi kebanggan dan semangat tersendiri bagi kami. Alhamdulillah syukur, mereka masih berprestasi walau keadaan pandemi ini,’’ ungkap La Wehe, Ketua Dojo Taheng Wayame saat berbincang-bincang dengan Ambon Ekspres di Ambon, Kamis (25/2).


Menurut pria murah senyum ini, mereka yang meraih medali merupakan anak didiknya yang kerap menjuarai kompetisi Karate dalam beberapa tahun terakhir.

’’ Kami bersyukur, meski dalam masa Pandemi Covid-19, anak kita mampu mempresentasikan karate virtual dan meraih membawa pulang medali emas dan medali peruggu. Ini prestasi yang luar biasa,’’ ucapnya bangga.


Kata dia, meski proses latihan atlet masih serba terbatas. Tapi, semangan mereka untuk meraih medali patut diapresiasi. Tentu bangga dengan capaian prestasi anak-anak (karateka) yang membanggakan hingga tingkat nasional.

’’ Ada 5 karateka yang ambil bagian di Kejurnas kemarin. Hanya satu atlet yang gagal membawa pulang medali, yaitu Syarini La Ani. Meski begitu, kami tetap bangga dengan perjuangan mereka. Kami juga berharap ini jadi penyemangat baru bagi rekan-rekannya untuk terus berprestasi di event karate lainnya,’’ beber dia.


Pada kesempatan itu, Wehe juga mengajak agar di tengah Pandemi Covid-19 ini, para atlet kebanggaan Dojo Taheng untuk terus menjaga kesehatan dan selalu mentaati protokol kesehatan dalam segala aktivitas. Dan tetap ikuti instruksi pelatih agar menjalankan latihan agar tetap menjaga fisik dan mental sehingga pembinaan terus berjalan meski di tengah Pandemi Covid-19.

’’ Yang pasti, kami bangga dengan raihan ini karena dari 88 perguruan yang ikut Kejurnas kali ini, kami mampu berada di urutan ke-35 klasemen akhir,’’ tutur dia.


Diakhir perbincangan, Wehe meminta dukungan dari Forki Maluku maupun Forki Kota Ambon agar bisa memperhatikan kekurangan atau kendala dari perguruan yang di kota ini.

’’ Jujur, soal tempat latihan maupun peratalan latihan masih sangat minim. Selama ini, mereka latihan di atas tanah lapang dan menggunakan peralatan latihan seadanya. Olehnya itu, kami berharap ada perhatian lebih dari para pengambil keputusan yang ada di Forki Maluku maupun di Forki Kota Ambon,’’ pungkas pria kulit putih ini.(CAL)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Amboina