Connect with us

Berita Utama

Kasus Pemalsuan Rapid Tes Antigen di Buru Naik Penyidikan

Kabupaten Buru
Tiga Palaku Pemalsuan Rapid Tes Antigen dan sejumlah barang bukti di amankan di kantor Polres Pulau Buru.

Namlea, ameksOnline.- Setelah melalui proses rangkaian penyelidikan atas kasus dugaan pembuatan Surat Hasil Rapid Tes Antigen yang tidak sesuai dengan ketentuan (Antigen Palsu), penyidik Polres Pulau Buru akhirnya meningkatkan kasusnya ke tahap penyidikan.
 
Hal ini disampaikan Paur Humas Polres Pulau Buru, Aipda Djamaludin kepada Ambon Ekspres, Jumat (11/6). Menurut dia, kasus tersebut sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Sp. Sidik / 26 / VI / 2021 / Reskrim, tanggal 10 Juni 2021.
 
“ Iya benar, bahwa kasus pembuatan Surat Hasil Rapid Tes Antigen yang tidak sesuai dengan ketentuan (Antigen Palsu) sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan, “ akui Aipda Djamaludin.

Baca: Golkar Kerjasama Dengan Partai Putin
 
Dia membeberkan, dalam kasus ini tiga pelaku telah ditahan di Mapolres Pulau Buru. Mereka adalah Oknum Satpol PP inisial SS dan dua pegawai Apotik Marine Farma inisial IS dan SM.
 
Awalnya kata dia, pada hari Rabu tanggal 09 Juni 2021 sekira pukul 12.00 WIT Anggota Tim MARSEGU yang di Pimpin Bripka Hasan Lessy mendapat informasi yang beredar di masyarakat bahwa telah terjadi harga dan prosedur pembuatan Surat Hasil Rapid Tes Antigen yang tidak sesuai dengan ketentuan (Antigen Palsu).  
 
Dari informasi tersebut, Tim gabungan ini langsung bergegas melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikannya, tim tersebut juga mendapat informasi bahwa seorang oknum Satpol PP inisial SS  sering menjadi Calo pembuatan Antigen palsu dengan Iming – iming surat yang di keluarkan cepat dan tanpa mengikuti prosedur yang berlaku (tanpa melakukan Pemeriksaan covid-19 dengan metode SWAB Antigen SARS CoV-2).
 
Setelah mendapat Informasi tersebut kemudian tim pun bergerak cepat ke rumah SS pada pukul 14.00 Wit yang berada di Kompleks Dervas Kecamatan Namlea Kabupaten Buru. Sampai disana tim langsung melakukan interogasi.
 
Dari hasil interogasinya, SS mengaku bahwa dirinya sudah sering melakukan aksinya sebagai Calo pembuatan antigen palsu dan bekerja sama dengan pihak Apotek Marini Farma diantaranya pegawai Apotik dan Dokter.
 
Dari pengakuannya SS mengaku bahwa  setiap pasien pembuatan Antigen maupun Rapid Tes yang melalui pemeriksaan maupun tidak melalui pemeriksaan atau palsu diberikan fee sebesar Rp. 50 ribu dari Dokter pada apotek tersebut.
 

Baca: SMA 1 Diperebutkan 600 Siswa


Selanjutnya dari pengakuan tersebut tim pun bergerak cepat menuju Apotek Marini Farma. Sampai disana, tim menemukan karyawan apotek yang bernama IS dan SM beserta barang bukti berupa Surat Rapid Tes Antigen Palsu.

Setelah mengetahui hal tersebut para pelaku dan barang bukti langsung dibawa dan diamankan ke kantor Polres Pulau Buru untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
 
“ Jadi kasusnya sudah ditingkatkan ke penyidikan. Ketiga pelaku tersebut sekarang dadah ditahan di kantor Polres Pulau Buru. Mereka disangkakan dengan Pasal 263 ayat (1) KUHP Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP dengan ancaman pidana 6 Tahun penjara, “ pungkasnya. (AKS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama