Connect with us

Berita Utama

Keluarga Diisolasi, Pasien Covid Ini Pilih Kembali

Kadis Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy.

Ambon, ameksOnline. – Pasien Covid-19 ini sempat melarikan diri, saat akan dieksekusi petugas medis dari Satgas. Setelah dua hari dikejar, pasien ini berhasil ditemukan. Kini dia menjalani masa isolasi ketat.

Tim Satgas beberapa waktu lalu, melakukan penjemputan terhadap satu keluarga yang tertular Covid-19. Mereka, bekerja serabutan sebagai pemulung dan tinggal di kawasan farmasi atas, kelurahan Kudamati, Kota Ambon.

Penjemputan dilakukan, karena ada laporan dari warga. Mereka dilaporkan tak patuh dalam menjalankan aturan isolasi mandiri di rumah. Kini satu keluarga berjumlah enam orang itu, sedang menjalani isolasi.

Kadis Kesehatan kota Ambon, Wendy Pelupessy mengatakan, pasien tersebut kini telah diamankan dan menjalani isolasi mandiri di tempat isolasi terpusat milik Pemkot.

“Sudah ditemukan ditempat persembunyiannya dikawasan Kota Ambon. Sudah jalani isolasi mandiri, ” kata Wendy kepada wartawan di Balai Kota, Senin (19/10).

Menurutnya, pelarian dari pasien tersebut ternyata tidak lama setelah mengetahui jika keluarganya telah diamankan dan jalani isolasi mandiri dilokasi isolasi terpusat itu. “Detail kapan ditemukan atau ditangkap saya lupa, namun yang pastinya satu pasien yang sempat kabur itu, telah kita amankan. Mereka inikan seluruhnya OTG, ” jelas dia.

Disinggung soal inisial dari satu pasien tersebut, Pelupessy mengaku tidak menghafal betul.
“Terlalu banyak termasuk satu pasien ini. Jadi saya juga tidak hafal betul, ” tandasnya.

Sebelumnya diberikan, tim Satgas penanganan Covid-19 Kota Ambon, melakukan penjemputan paksa terhadap satu keluarga yang mendiami kawasan farmasi atas, kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Menurutnya, satu keluarga itu telah diamankan oleh pihaknya setelah mendapatkan laporan warga yang mana mereka sudah terpapar, namun tidak melaksanakan isolasi mandiri secara benar sesuai dengan standar protokol kesehatan yang ada.

“Warga kuatir dengan keberadaan mereka disitu, maka kami langsung jemput paksa mereka. Awalnya mereka ini tidak mau dijemput, bahkan mereka sempat kabur, namun akhirnya kita temukan mereka, ” jelas dia.

Mereka, kata Kadis kini, sudah menjalani isolasi dilokasi karantina yang ada. “Mereka itu 6 orang, namun yang baru kami jemput paksa 5 orang, satu orang masih kabur dan sementara kita lagi lakukan pencarian. Mereka sudah kita jalani isolasi, ” paparnya.

Wendy mengaku, mereka yang terpapar ini merupakan Orang Tanpa Gelaja (OTG).
“Mereka ini pemulung, maka ditakutkan warga jangan sampai mereka menyebarkan virus itu ke orang lain. Sudah kita amankan mereka dan saat ini mereka dalam perawatan. Untuk satu orang tersisa kita upaya secepatnya ditemukan, ” tandasnya. (AHA).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama