Connect with us

Berita Utama

Kerja Siang Malam, Hasilnya Angka Covid Terjun Bebas

Richard Louhenapessy
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy

Ambon, ameksOnline.- Penegakan disiplin masyarakat dalam protokol kesehatan tak mudah. Butuh kerja keras. Karena itu, tim yang dibentuk satuan tugas juga harus mumpuni.

Kerja ini tak mudah. Karena berhadapan dengan ribuan orang, dengan banyak karakter. Banyak pula pandangan tentang Covid-19. Banyak belum sadar. Karena itu, BPS pernah merilis, warga Maluku paling yakin kalau tak akan terkena virus mematikan itu.

Pemikiran inilah yang menyulitkan Tim Satgas Covid-19 Kota Ambon dalam menegakan disiplin. Dari jalan hingga masuk pemukiman sempit warga dilakukan tim satgas. Pagi hingga malam mereka bekerja.

Mata mereka tertuju pada wajah masyarakat yang berlalu lalang. Sedang menjalankan aktivitas, hingga hanya sekadar duduk-duduk. “Cukup sulit memang mendisiplinkan warga,” kata Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dalam beberapa kesempatan.

Selama enam bulan menerapkan pembatasan sosial berskala besar, dan pengetatan pelaksanaan protokol kesehatan, Wali Kota mengaku masyarakat kian sadar. “Masyarakat kian sadar,” kata dia.

Meski demikian, bersamaan dengan turunnya kasus terkonfirmasi covid-19, justeru masyarakat mulai abai dalam penerapan protokol kesehatan. Tim Satgas menemukan banyak sekali pelanggaran. Karena itu, pengetatan protokol kesehatan akan kembali dilakukan hingga ke pemukiman-pemukiman warga.

Pasar Mardika yang menjadi salah satu episentrum penyebaran covid-19, juga mulai ditata. Operasi dipimpin langsung h koordinator Bidang aktivitas kerja Satgas Covid-19, Benidiktus Selanno.

PSBB transisi X ini, dia bersama anak buahnya, memperketat pengawasan dan penindakan terhadap warga yang tidak menaati protokol kesehatan. Ini didasarkan pada hasil evaluasi dalam PSBB transisi IX kemarin, kesadaran warga kian menurun.

Koordinator Fasilitas Umum, Satgas Covid-19, Richard Luhukay mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi selama PSBB transisi tahap IX, kesadaran masyarakat dalam mematuhi maupun menaati protokol kesehatan kian menurun bila dibandingkan dengan PSBB-PSBB transisi sebelumnya.

Karena itu, mereka kini masuk kampung. Pemukiman warga disisir. Yang tak menggunakan masker ditegur hingga pemberian sanksi. “Kita tak akan berhenti mengingatkan warga. Menegur warga hingga memberikan sanksi,” kata Luhukay.

Pemerintah Kota Ambon dan Satgas Covid-19 Kota Ambon, tidak capek untuk selalu mengingatkan masyarakat dengan pentingnya Prokes ketika beraktivitas di luar rumah. 

“Saya (Wali Kota) mau ajak semuanya untuk mari terus jangan pernah kita jenuh maupun bosan untuk taati protokol kesehatan. Itu besar sekali pengaruhnya, ” ungkapnya.

Wali Kota memberikan apresiasi. Rasa bange atas dedikasi tim Satgas yang bekerja tak mengenal waktu. Dengan satu tujuan, menghindari masyarakat dari penyebaran Covid-19.

“Saya bangga dengan Tim yang sudah bekerja siang dan malam untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan. Ini semua dilakukan untuk semuanya selamat, bebas dari covid-19,” pungkas Wali Kota Ambon.  

Satgas Kota Ambon berhasil. Awal Oktober kita masih menemukan 1200 kasus terkonfirmasi atau mereka yang menjalani perawatan medis di tempat-tempat isolasi dan rumah sakit.

Jumat (27/11) angka itu turun jauh, hingga tersisa 365 pasien yang menjalani perawatan. Disaat banyak daerah menkonfirmasi kasus baru, Kota Ambon justeru menunjukan keberhasilan dalam menekan laju kasus baru.(Yani Kubangun)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama