Connect with us

Lintas Pulau

Kisruh Penetapan Raja Kobi Berujung Gugatan Hukum Otomatis

Zulkifli Kiahaly

Ambon, ameksOnline.- Kisruh pemilihan raja kembali terjadi di Maluku Tengah. Bakal calon tunggal di negeri Kobi, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, ditolak sebagian warga yang mengklaim ahli waris sah marga parentah.

Penetapan itu dinilai tidak sesuai prosedur dan menyalahi aturan adat istiadat. Penetapan satu nama calon yang di tetapkan oleh Saniri, dianggap telah menyalahi aturan. Pasalnya tidak melibatkan matarumah yang sah sebagai ahli waris raja.

Ahli waris raja Kobi, Zulkifli Kiahaly mengatakan, penetapan itu sepihak, dan tak sesuai mekanisme.

“Kami sebagai ahli waris matarumah parentah yang sah secara turun temurun, tidak pernah di libatkan dalam penetapan nama calon raja dan itu di anggap pengangkatan secara sepihak atau ilegal,” unkapnya melalui telepon selulernya, Senin (30/5).

Menurut dia, sesuai fakta dan rekam jejak, garis lurus marga parentsh di negeri Kobi adalah marga Kiahaly, dari jalur Muhammad Saleh Kiahaly. Bukan kiahaly yang lain.

“Kenapa kami tidak di libatkan sebagai pemegang suara yang sah? Ini elas-jelas sudah melanggar tata krama adat-istiadat yang berlaku secara turun-temurun,” tegas dia.

“Kami adalah turunan langsung dari Mohamad Saleh Kiahaly, Hamis Kiahaly dan Abdul Rahman Kiahaly sebagai raja negeri Kobi secara turun temurun bukan yang lain. Ini adalah pemilik suara yang sah sebagai mata rumah yang berhak menentukan rekomendasi calon raja namun kenapa kami tidak di libatkan ini sungguh keliru,” tambah dia.

Menurut Zulkifli, Penetapan sepihak yang mengusung mustafa Kiahaly di anggap tidak sesuai prosedur. Mata rumah parentah harus dilibatkan untuk menentukan nama calon. Bima ada dua nama calon yang di pilih, harus di akomodir dan itu di jamin oleh kententuan hukum bukan secara sepihak.

“Jika ada dua calon yang di tetapkan sudah tentu berakhir dengan demokratis,” ungkapnya.

Dia akan mennempuh jalur hukum perdata maupun pidana untuk menyelesaikan masalah yang improsedural. Gugatan yang diajukan tembusan ke Camat Kobi dan akan di sampaikan ke Bupati Maluku Tengah, untuk mengkaji persoalan ini lebih lanjut.

Camat Kobi, Didik ketika di konfirmasi, mengaku sudah menerima tembusan surat gugatan. Isinya menggugat penetapan sepihak calon raja negeri Kobi, Mustafa Kiahaly beberapa waktu lalu.

“Ia kami juga sudah dapat surat tembusan yang isinya gugatan mata rumah perintah terkait penetapan sepihak calon raja negeri Kobi”. Jelasnya. (DAN).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lintas Pulau