Connect with us

Lintas Pulau

Komarudin Menanti Keadilan Penegak Hukum

ILUSTRASI

Ambon, ameksOnline.- Kepastian hukum dalam kasus penganiayaan Komarudin Liang, akan menentukan adil tidaknya jaksa pada Kejaksaan Negeri Piru, Seram Bagian Barat. Komarudin dianiaya oleh Kepala Puskesmas Manipa, Rauf Samal. Anaknya Rauf bernama Khairil Samal juga turut menganiaya.

Dalam penanganannya, penyidik di kepolisian SBB sering dikritik terkait perlakuan hukum terhadap Rauf maupun Khairil. “Berkas perkaranya dari Polres SBB sudah dilimpahkan Kejaksaan. Kami berharap kejaksaan tegas dan netral dalam prosesnya sesuai prosedur hukum yang berlaku,”ujar keluarga korban Ali Tomagola kepada media ini, Kamis (16/7).

Kasus penganiayaan terhadap Komarudin terjadi pada 26 September 2019 lalu. Komarudin, yang sempat masuk dirumah orang dengan dugaan melakukan percobaan pencurian telah diputuskan pengadilan bersalah. Dia sudah menjalani masa tahanannya di Lapas Piru beberapa waktu lalu.

Kini tinggal Rauf dan anaknya yang siap- siap mengikuti sidang. Berkas perkara ini sempat mandek di meja penyidik Polres SBB, karena dianggap belum lengkap untuk dilimpahkan ke Kejaksaan.

Beberapa saksi telah diperiksa. Termasuk barang bukti video penganiayaan sudah di uji ke Makassar oleh penyidik atas permintaan Jaksa. Hasilnya tidak ada rekayasa dalam video itu.

Kini berkas keduanya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Keluarga korban berharap, tidak ada tebang pilih dalam kasus ini. Yang salah, tetap salah. Ini negara hukum, sehingga penangannya pun harus sesuai hukum yang berlaku.

“Kami percayakan kepada Jaksa yang punya kewenangan dalam menangani kasus ini. Kami hanya mau ingatkan, putusan yang diambil nanti sesuai dengan perbuatan yang dilakukan Rauf dan anaknya Khairil kepada korban Komarudin. Jangan ada istilah main mata, salah tetap salah. Ini negara hukum,” tegas Ali.

Terpisah, N. Sahetapy jaksa yang menangani kasus ini, mengakui berkas keduanya sudah diserahkan dari penyidik Polres ke Kejakasaan.”Sudah di serahkan ke kejaksaan. Kami mohon kerjasamanya dan kehadiran saksi- saksi ketika proses persidangan nanti,” pintanya.

Untuk waktu sidang masih dipersiapkan. Dia juga mengaku, kedua pelaku saat ini telah dilakukan penahanan dengan jenis penahanan Kota. (WHB)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lintas Pulau