Connect with us

Berita Utama

KSP Dorong Pembukaan Destinasi Wisata Dengan Protkes Ketat

Jakarta, ameksOnline.- Dengan mengutamakan standar Pariwisata yang aman, pemerintah menyadari adanya urgensi untuk segera menghidupkan kembali roda pariwisata di beberapa daerah tujuan wisata.


Pada saat yang bersamaan, Pemerintah juga ingin memastikan bahwa kunjungan wisatawan tersebut tidak akan mengakibatkan masuknya varian virus baru dan menjamin agar wisatawan dapat kembali negara asalnya dalam kondisi sehat.


Saat ini, pemerintah sedang mengupayakan untuk menjalankan pilot project pembukaan destinasi pariwisata secara terbatas dan bertahap di tiga titik lokasi di Indonesia, yaitu Bintan, Batam dan Bali (3B).


Ketiga daerah tersebut dipilih, karena selain penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak, juga sudah melalui proses verifikasi yang ketat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Untuk Bintan, nantinya akan difokuskan di daerah Lagoi, Batam di daerah Nongsa, dan Bali akan difokuskan pada Sanur, Nusa Dua dan Ubud.

Deputi I Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Febry Calvin Tetelepta mengatakan, Pandemi COVID19 memiliki dampak yang sangat besar terhadap pariwisata. Saat ini, telah dilakukan vaksinasi di daerah 3B dan sudah terlihat titik terang bahwa industri pariwisata akan rebound.


“Namun demikian, kita masih harus memperhatikan fluktuasi pandemi Covid yang terjadi baik di lokasi pariwisata maupun di lokasi negara asal wisatawan dan juga dunia internasional,” kata dia, kemarin.

Untuk itu, perlu adanya kesiapan di 3B terkait penerapan Standar Operating Procedure (SOP) protokol kesehatan termasuk pengawasan pelaksanaan dan tracking/tracing wisatawan.

“Dalam persiapan pelaksanaan pilot project 3B, Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah saling berkoordinasi untuk menyiapkan destinasi yang akan dibuka,” kata Febry.


Kementerian Luar Negeri sudah menjalankan Travel Corridor Arrangement (TCA), yang merupakan koridor perjalanan untuk memfasilitasi perjalanan untuk keperluan bisnis, diplomatik dan perjalanan dinas, dengan RRT, Korea Selatan, Persatuan Emirat Arab dan Singapura.


Kementerian Hukum dan HAM sedang menyiapkan kebijakan untuk mendukung visa wisatawan, berupa revisi Permen Kumham nomor 26 tahun 2020. Kementerian Kesehatan mendukung percepatan vaksinasi baik pekerja parekraf maupun masyarakat khususnya pada lokasi pilot project 3B.


Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang menyiapkan super apps untuk tracing dan tracking berupa sinkronisasi sistem e-HAC di Kementerian Kesehatan dengan sistem PeduliLindungi.


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beserta Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Bali, bersama-sama memastikan kesiapan destinasi 3B melalui penerapan Clean Healthy Safety dan Environment (CHSE), protokol kesehatan yang ketat dan pengawasannya.

Untuk itu ke depan, kata dia, KSP mendorong agar proses Pilot Project pembukaan Destinasi Pariwisata di daerah 3 B dapat berjalan dengan baik.
“Sehingga ekonomi masyarakat dapat bergerak lagi, dan tentunya dengan penerapan Protokol Kesehatan yang sangat ketat lewat berbagai Persiapan, Kerjasama dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta masyarakat,” kata Febry. (UPI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama