Connect with us

Berita Utama

Kubu Pro dan Kontra PPKM Serbu Balai Kota, Demo Juga Berlangsung di Unpatti

Demo Unpatti PPKM
Aksi mahasiswa Unpatti di Tugu Leimena, Poka, Kota Ambon, Senin (19/7). -Lutfi Helut-

Ambon, ameksOnline.- Tiga gelombang aksi demonstrasi memilih lokasi berbeda, misi berbeda, tapi temanya sama soal PPKM Mikro. Mereka juga satu suara mempertanyakan penghargaan yang diberikan kepada Gubernur Maluku Murad Ismail.

Gelombang aksi pertama terjadi di depan Universitas Pattimura. Massa mayoritas mahasiswa Unpatti. Mereka berorasi sejak pagi. Ada bakar-bakar di jalan. Teriaknya masih sama menolak PPKM yang kini sedang berlaku di Ambon, Aru juga di Indonesia.

Penilaiannya juga tetap sama dengan aksi pada Kamis (15/7) dan Jumat (16/7), PPKM justru menyengsarakan rakyat. Ujung pangkalnya, ketika PPKM berlaku tidak diikuti dengan bantuan memadai kepada masyarakat yang dipaksa tinggal di rumah.

Baca: Vaksin Gotong Royong Disuntikan ke Ratusan Karyawan

Mahasiswa juga menilai, Presiden Joko Widodo, Gubernur Maluku, dan Wali Kota Ambon tak mampu mengendalikan situasi Indonesia yang diserang Covid-19. PPKM bagi mereka bukan solusi, tapi justru menyeret masyarakat ke situasi serba susah.

Jumlah massa tidak lagi sebesar aksi Jumat (16/7). Jumlah mereka relatif sedikit. Aksi menutup sebagian jalan di depan Rektorat Unpatti. Hingga kini aksi masih berlangsung damai, dan tidak ada keributan.

Sementara aksi yang lain terjadi di Balai Kota Ambon. Ada dua kelompak dalam aksi ini. Satu kelompok mengambil posisi pintu dekat Pengadilan Negeri Ambon. Mereka ini menolak pemberlakukan PPKM. Satu kelompok lagi berada di pintu Balai Kota yang dekat dengan kantor Kejati Maluku.

Massa dipintu kiri Balai Kota yang sedikit jumlahnya ini justru memberikan dukungan kepada Wali Kota Ambon dalam penerapan PPKM. Di sisi lain, mereka mendesak Kapolri menarik kembali penghargaan yang diberikan kepada Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Selebrasi Rakyat Maluku ini, yakin dengan PPKM bisa menurunkan angka penyebaran Covid-19. Menariknya, mereka disambut baik oleh Polisi Pamong Praja yang mengawal Balai Kota Ambon.

Koordinator aksi Usman Rahayaan menegaskan sikap mereka untuk mendukung kebijakan yang kini dilakukan Pemerintah Kota Ambon. Langkah ini dinilai tepat untuk menyelamatkan masyarakat dari penyebaran Covid.

Baca: Hindari Kasus Baru Saat Idul Adha

Sementara massa di pintu kanan Balai Kota Ambon tergabung dalam elemen Jas Merah dan Boma Unpatti. Mereka menolak pemberlakukan PPKM Mikro di Kota Ambon.

Mereka berdalih, PPKM yang diterapkan Pemerintah Pusat hanya berlaku di Bali dan Pulau Jawa. Sementara di Kota Ambon tidak boleh diberlakukan. Massa pro dan kontra yang saling berdekatan itu juga terlihat saling sindir.

PPKM Mikro di Kota Ambon dan Aru sendiri sejak awal sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Langkah ini dilakukan, karena dua daerah ini punya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 cukup besar.(UPI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama