Connect with us

Berita Utama

Laporan Kosong Para Pendemo, Kejati Maluku tak Temukan Indikasi Korupsi

Kajati Maluku
Kajati Maluku, Roroga Zega

Ambon, ameksOnline.- Laporan pendemo hanya kosong belaka. Dugaan korupsi hanya kabar angin. Jaksa Kejaksaan Tinggi Maluku tak menemukan ada indikasi korupsi dalam laporan massa yang menamakan elemen masyarakat Maluku Tenggara itu.

Mereka datang ke Kejati Maluku, melaporkan dugaan dugaan gratifikasi yang melibatkan Ny Eva Elia Hanubun. Eva, adalah Istri Bupati Maluku Tenggara, H. M. Taher Hanubun.

Tak hanya melapor, massa melakukan aksi di depan gerbang Kantor Kejati Maluku pada awal tahun ini. Beberapa kali mereka melakukan aksi. Hanubun melalui kuasa hukumnya membantah laporan tersebut.

Baca: Stok Vaksin Kosong, Hambat Vaksinasi

Mereka menilai tuduhan tersebut berbau politis, dan hanya ingin menjatuhkan pemerintahannya yang sedang giat melaksanakan pembangunan di berbagai bidang, hingga ke desa-desa terpencil.

Bahkan dia menilai, laporan itu telah menciderai nama baik istrinya. Meski demikian, Hanubun tetap patuhi langkah hukum yang dilakukan Kejati Maluku dengan melakukan pengumpulan bukti.

Jaksa beberapa kali ke Malra. Sampai kasus dugaan gratifikasi itu ditutup, jaksa telah memeriksa 24 orang saksi. Mereka yang diperiksa kebanyakan terkait dengan sumber tuduhan gratifikasi tersebut.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku sendiri resmi menyelidik kasus ini sejak 11 Februari 2021 lalu, sebelum akhirnya ditutup.

Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Roroga Zega, mengatakan, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap 24 orang saksi dari tujuh dinas setempat tidak satupun saksi yang menunjukan bukti hukum otentik keterlibatan Ny Eva Elia Hanubun dalam kasus gratifikasi dimaksud.

Baca: Ini Jam Tutup Tempat Usaha

Atas dasar itu pihaknya melakukan ekspos kasus serta evaluasi. Dalam gelar perkara tidak ditemukan satu buktapun ada dugaan gratifikasi. Dan akhirnya diputuskan untuk menutup kasus tersebut.

Kasus ini diadukan oleh Forum Penyambung Lida rakyat Maluku. Sejak laporan tersebut bergulir di rana hukum, pihak kejaksaan mulai mendapat tekanan dari publik seolah-olah Ny Eva Elia Hanubun terlibat dalam gratifikasi sejumlah dinas di Maluku Tenggara.

Hanubun sendiri dipilih pada 2018 lalu sebagai Bupati Maluku Tenggara. Dia mantan politisi dari Patriot dan juga Mantan anggota DPRD Maluku ini. Dua kali mencalonkan diri sebagai Bupati, sebelum akhirnya terpilih. (*/ASI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama