Connect with us

Amboina

Lima Kali PSBB, BMW Lanjut Berbagi Sembako

Michael Wattimena
Bantuan kemanusiaan yang diberikan Michael Wattimena. Bantuan diberikan untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. -Wahab-

Ambon, ameksOnline.- Di tengah kesulitan ekonomi yang parah,
Bung Michael Wattimena (BMW) ada untuk berbagi dengan masyarakat Kota Ambon. Pembagian ini diharapkan dapat membantu masyarakat ditengah Pandemi Covid-19 yang diwajibkan taati aturan PSBB oleh pemerintah.

Bantuan diserahkan BMW di tiga titik. Yakni Karang Panjang. Disini tim BMW menyerahkan kepada, pengurus organisasi Maluku Manawa Maju (MMM). Kemudian Warga desa Tawiri dan Dusun Siwang Negeri Urimesing Kecamatan Sirimau, Pembagian berlangsung, Rabu (23/9). Jumlah yang disalurkan mencapai 130 paket sembako.

Bantuan sembako yang dibagikan berupa beras 5 kg, Gula pasir, minyak goreng dan Kaos. Ini bukan yang pertama kali. Tetapi, sejak empat bulan lalu pembagian sudah dilakukan secara berurut-turut kepada warga Kota Ambon ditengah Pandemi Covid-19 dengan total puluhan ribu paket yang disalurkan.

Natsepa

Pembagian paket sembako lanjutan ini mendapat apresiasi warga. Karena ditengah berlanjutnya PSBB transisi jilid V. Tentu masih mempengaruhi aktivitas warga yang belum terlalu lancar seperti belum adanya Corona.

Wakil Ketua DPD, Maluku Manawa Maju (MMM) Ikwan Pattinama, mengaku pembagian sembako sangat membantu masyarakat Kota Ambon secara ekonomi, apalagi di masa Covid-19 seperti ini.

MMM kata dia, sebagai organisasi yang bergerak di bidang sosial dengan keterlibatan pengurus dari dua komunitas Muslim Kristen sangat mengapresiasi kepedulian BMW.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak BMW serta keluarga dan tim yang sudah perhatikan masyarakat dengan memberikan bantuan paket sembako selama ini. Termasuk MMM,” ujar Pattinama usai penyerahan paket sembako di Karang Panjang kemarin.

Sekertaris RT 002/RW-008 Desa Tawiri, Yohan Siatauw juga mengaku berterima kasih kepada BMW yang sudah membantu warga sekitar dengan memberikan paket sembako.

Menurutnya bantuan yang diberikan jangan dilihat dari jumlahnya, tetapi ini bagian dari berkat Tuhan kepada warga RT 002 yang diberikan melalui BMW dan tim.

“Kami tentu sangat berterima kasih dengan bantuan ini. Kami juga tidak melihat betapa nanyak yang diberikan. Tetapi, ini wujud dari kepedulian BMW dan keluarga kepada masyarakat Kota Ambon dimasa Pendemi Covid-19,” sahut Yohan.

Terpisah, Bung Michael Wattimena (BMW) kepada Ambon Ekspres mengatakan, Covid-19 tidak hanya menyisir masalah kesehatan, tetapi ekonomi juga sangat penting.

Baginya, bantuan yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi di masa PSBB yang sudah masuk jilid V di Kota Ambon.

“PSBB ini memang masyarakat agak kesulitan untuk bekerja. Karena ada pembatasan- Pembatasaan tetapi ini demi kebaikan bersama yang dilakukan pemerintah. Saya berharap, bantuan sembako ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga,” harap BMW.

Politisi Demokrat ini menegaskan PSBB tidak saja di Kota Ambon. Jakarta juga demikian, masih terus berlanjut. Ini disebabkan karena kasus positif terus meningkat. Bahkan, Sekda DKI Jakarta meninggal dunia karena Covid.

PSBB yang dilakukan Pemerintah kata dia, bukan tanpa alasan. Tetapi demi kebaikan bersama. Warga Kota Ambon, diingatkan untuk tidak menganggap remeh bahwa Covid tidak ada. Protokol kesehatan harus dipatuhi secara baik.

“Kita jangan menganggap remeh soal Covid. Saya mau bilang Covid ini ada, dan masyarakat harus waspada dengan selalu menjaga kesehatan. Ini yang terpenting,” ingat BMW.

BMW pun menguraikan pengalamannya yang di vonis Dokter karena terpapar gejala Covid-19 di Jakarta pada awal Agustus lalu. Menurutnya gejala pertama yang dirasakannya, radang ditenggorokan, panas dingin dengan tensi suhu yang cukup tinggi.

Kemudian, kepala sakit tidak bisa tidur malam sampai subuh (pagi). Gejala ini kata dia, hampir sama dengan penyakit tipes. Akhirnya dia memilih ke dokter. Setelah dilakukan City scan, menurut dokter tampak ada ada gejala Covid di bagian paruh.

Sehingga, dilanjutkan dengan perawatan selama sepuluh hari dirumah sakit. Di ruangan ICU lima hari. Dengan mematuhi anjuran dokter, dia merupakan pasien sembuh tercepat.

“Puji Tuhan saat ini saya sudah dinyatakan sembuh, karena Swab Negatif. Dan bisa pulang ke rumah sejak tanggal 15 agustus 2020 lalu. Saya juga tidak tau terpapar awal dari mana. Ini yang saya mau bilang Covid ini benar ada. Jangan dianggap remeh. Kesehatan harus dijaga. Jika ingin sayang keluarga dirumah,” ungkap Mantan Anggota DPR RI dua periode itu.
(WHB)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Amboina