Connect with us

Berita Utama

Limbah Pabrik Nusa Ina Membunuh Biota Laut

Limbah yang dibuang PT Nusa Ina ke laut membuat biota laut di Dusun Siliha, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, keracunan. -Syahdan Fabanyo-

Ambon, ameksOnline.- Pencemaran Lingkungan oleh limbah pabrik PT Nusa Ina di Dusun Siliha, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, menyebabkan sejumlah ikan di bibir pantai tersebut mati akibat.

Matinya ikan ini oleh masyarakat dituding sebagai keracunan air limbah kelapa sawit, yang dibuang di bibir pantai Dusun Siliha Sabtu, (20/2/2021). Kejadian ini sudah berulangkali.

“Kalau sudah tercemar kami sulit mencari ikan” kata seorang warga setempat, yang enggan memberikan namanya. Kata dia, dulu ikan sangat mudah untuk di dapat. Baik menggunakan pancing atau tangkap gunakan jaring.

Sekarang, kata dia, ikannya menjauh akibat sering tercemarnya air Limbah di kawasan tersebut. Ahmad Dani Boiratan, Warga Dusun Siliha membenarkan, adanya resapan limbah yang mencemari air laut di kawasan pantai tersebut.

Menurut dia, limbah ini sangat meresahkan warga sekitar. “Kasus ini sangat membahayakan dan sudah sering terjadi. Karena itu, harus ada perhatian khusus oleh pihak yang bertanggung jawab,” ungkapnya.

Terkait dengan matinya sejumlah ikan di tepi pantai tersebut, Dani mengatakan, seharusnya ada langkah serius khususnya dari pihak perusahan sendiri. Jangan mengabaikan masalah ini. Sebab aliran limbah Pabrik tersebut sudah mendekat di bibir pantai, Dusun Siliha.

“Ia selain membahayakan ikan di laut juga dapat membahayakan hewan di darat dan para pengunjung di Pantai wisata Dusun Siliha,” kata dia.

Menurut Dani, Perusahaan, Sabtu (20/2) pagi sudah melakukan penutupan aliran limbah yang merembes ke bibir pantai di kawasan tersebut. Tetapi itu bukan menjadi solusinya.

Cairan beracun tersebut, kata dia, sudah meules dan sangat dekat dengan tepi pantai. “Kapan saja limbah tersebut dapat keluar,” kata Dani.

Terkait pencemaran Pebrik limbah tersebut Kepala Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Didik Pristiwarso saat di hubungi via telepon, mengaku belum mendapat informasi terkait cairan limbah di pesisir.(DAN)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama