Connect with us

Berita Utama

Limbah PLTD Diduga Mencemari Laut, Ratusan Ikan Warga Hative Kecil Mati

Ikan Mati

Ambon, ameksOnline.- Diduga akibat pecemaran limbah dari PLTD ke laut, menyebabkan ratusan ikan di Kerambah milik Ferol Tipawael, mati. Dugaan ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya kasus serupa pernah terjadi saat PT WIKA membangun PLTD.

Ferol bermukim dipesisir pantai Kampung Kolang, Desa Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Kerambahnya tak jauh dari rumahnya. Di tempat itu, dia mengembangkan budi daya ikan laut.

Ferol Tipawael yang ditemui, Kamis (10/6/2021) sore, mengaku ikan jenis Bubara berumur 3 samapai 4 bulan dipeliharanya itu ditemukan mengambang dalam keramba berukuran 2×2 meter tersebut sejak dua hari terakhir.

Baca: Limbah Pabrik Nusa Ina

Awalnya, Senin (7/6) pagi ada sekitar 40 ekor ikan didalam kerambah yang mati, tidak ada kecurigaan, dianggap biasa saja.

Sehari kemudian, Selasa (8/6), Ferol mengaku kaget dengan menemukan kembali ratusan ikan yang mati. Mulai mencurigai ada yang tidak beres, Ia kemudian melapor ke pigak PLN.

Pihak PLN kemudian turun ke lokasi untuk mengambil sampel. Tapi ada yang mengganjal dipikirannya. Selasa (8/6) malam itu ada pihak PLTD yang turun, tapi tidak langsung mengambil sampel.

“Katanya air telalu jernih. Besok saja (Rabu-red) baru ambil katanya. Pada hal saat ketemu ikan mati di sekitar karamba air berbusa warna seperti keratan bagitu. Sampel air juga Beta sudah ambel,” ujar Ferol.

Menurutnya, penjelasan dari pihak PLTD sendiri dalam sepekan terakhir tidak beroperasi.” Penjelasan mereka (PLN) bilang tidak beroperasi.Tapi bisa saja ada pembersihan alat-alat yang mungkin menngunakan bahan kimia. Karena disekitar sini tidak ada perusahaan besar selain ini (PLTD),” ucapnya.

Ferol mengaku, masih menunggu hasil uji labolatorium dari sampel air yang diambil petugas PLTD.” Katanya besok (hari ini-red) baru hasil keluar jadi masih tunggu,” ucapnya.

Ditanya berapa jumlah ikan yang mati melebih dari 300 ekor.” Dalam keramba total ikan yang ada itu ada 888 ekor. Tapi yang sudah mati itu 430 ekor yang mati,” ucapnya.

Baca:Marinir Latihan Pertahanan di Ambon

Ferol juga menyebut, kejadian serupa pernah terjadi akibat limbah PLTD yang di bangun oleh Wika itu.” Kejadian seperti ini sudah pernah terjadi. Tetapi waktu itu Wika langsung tanggung jawab,” akuinya.

Akibat kejadian itu Ferol harus merugi ditaksir jutaan rupiah.” Kalau rugi sudah pasti. Baik materil maupun tenaga. Karena bibit ikan Beta beli Rp 3.000 per bahkan Rp.5000,” katanya. Sembari berharap ada perhatian.(ERM).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama