Connect with us

Lintas Pulau

Listrik Sering Padam Warga dan GP Anshor Kecam PLN

Ilustrasi

Ambon, ameksOnline. -Pelayanan listrik yang diberikan oleh pihak PLN Persero Wilayah Maluku dan Maluku Utara, terutama disejumlah kabupaten termasuk di kabupaten Maluku Tenggara, dan Kota Tual sangat mengecewakan warga. Apalagi pelayanan yang tidak maksimal itu selalu dibarengi dengan ancaman pemutusan instalasi listrik jika warga terlambat bayar.

Warga di Kota Tual, dan Maluku Tenggara, ramai-ramai mengecam pelayanan PLN dalam bentuk pemadaman listrik tersebut.

Rustam salah satu warga Maluku Tenggara mengatakan, aksi pemadaman yang terjadi diwilayah Maluku Tenggara dan Kota Tual, tanpa alasan yang jelas.


“Jika dalam sehari aksi pemadaman bisa sampai 5 hingga 6 kali, maka ini sudah sangat keterlaluan. Masyarakat sangat dirugikan dengan aksi seperti ini, ” kata dia kepada media ini, Jumat (30/4) .

Menurutnya, pihak PLN jangan hanya mau menagih hak mereka dari masyarakat, sementara kewajiban PLN tidak dilaksanakan secara baik.


“Nanti terlambat bayar langsung diputus, sementara pelayanan tidak maksimal. Harusnya seimbang, ” keluhnya.

Sementara itu, Gerakan Pemuda Anshor Kota Tual meminta, Manager Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tual tidak sekedar meminta maaf kepada konsumen karena terjadi pemadaman listrik  hari ini Kamis 29 April kemarin, yang pemadaman terjadi berulang kali.


“Jangan hanya sekedar minta maaf, tapi harus ada penjelasan dan kompensasi apa. Karena masyarakat dirugikan,” ujar Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Tual, Nazam Almohdar.

Pemuda Anshor kata dia, sangat menyesalkan terjadinya pemadaman listrik secara berulang kali di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Hal ini bisa menjadi tolak ukur infrastruktur pembangkit PT PLN belum handal.

Oleh karena itu, PT PLN seharusnya bukan hanya menambah kapasitas pembangkit PLN, tetapi juga harus meningkatkan keandalan pembangkit PT PLN, dan infrastruktur pendukung lainnya, seperti transmisi, gardu induk, gardu distribusi, dan SDM yang mempuni.

“Padamnya listrik, di areal Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, bukan hanya merugikan konsumen residensial saja tetapi juga sektor pelaku usaha bahkan umat Islam yang lagi menjalani ibadah terawih dan tadarus sangatlah merasa terganggu, ” kecamnya.

GP Ansor Kota Tual meminta, kepada Kepala Pimpinan PLN Wilayah Maluku – Maluku Utara, segera mengevaluasi kinerja Manager PLN Tual.


“Harus dievaluasi, karena konsumen butuh kenyamanan dalam hal ini kita merujuk pada Undang-Undang Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenaga listrikan. Dalam Undang-undang perlindungan konsumen disebutkan bahwa konsumen memiliki hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. Sementara dalam UU Ketenaga listrikan disebutkan bahwa konsumen berhak mendapatkan tenaga listrik secara terus menerus dengan mutu dan keandalan yang baik. Maka sudah merupakan kewajiban PT PLN (Persero) sebagai pemegang izin Usahaa penyediaan tenaga listrik, untuk menyediakan tenaga listrik yang memenuhi standar mutu dan keandalan yang berlaku, “paparnya.

Ditambahkan, apabila pemadaman listrik yang terjadi kurang dari standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, konsumen berhak mendapat ganti rugi dari PT PLN (Persero).


“Dan apabila proses ini tidak dapat di tindak lanjuti oleh Pimpinan PLN Wilayah Maluku – Maluku Utara, maka kami pastikan akan ada aksi masa dengan jumlah yang banyak, ” tegas dia. (AHA).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lintas Pulau