Connect with us

Lintas Pulau

Malteng Butuh SDM Berjaringan Nasional dan Internasional

Ketua Umum (Ketum) Lembaga Kajian Nawacita Republik Indonesia, Syamsul Hadi, bersama Direktur PT Koa Silalouw, Bujair Wasolo.

Ambon, ameksOnline.- Ketua Umum (Ketum) Lembaga Kajian Nawacita Republik Indonesia, Syamsul Hadi mengatakan, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Provinsi Maluku, memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai jaringan berskala nasional bahkan internasional, guna mengembangkan Sumber Daya Alam (SDA) di kabupaten tertua di Provinsi Maluku ini.

Menurutnya, Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki kabupaten Maluku Tengah, hingga kini belum dikelola dengan baik akibat minimnya investor yang masuk ke wilayah kabupaten tersebut.

“Kabupaten Malteng itu kan, yang paling besar wilayahnya dibanding kabupaten/kota lainnya di Maluku. Tapi mengapa SDA disana belum mampu sejahterakan rakyatnya. Makanya untuk kembangkan semua itu, dibutuhkan SDM berkualitas dan berjaringan, “kata Syamsul, kepada Ambon Ekspres via telepon seluler, Selasa (16/3).

Orang dekat Presiden Jokowi ini mengungkapkan, agenda prioritas Nawacita di era kepemimpinan Presiden Indonesia Joko Widodo, adalah membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

“Sudah ada program prioritas yang mencakup seluruh wilayah Indonesia. Namun, kalau tidak ada SDM unggul yang berjaringan di suatu wilayah, otomatis jaringan ke pusat tidak ada, dan pasti sulit untuk dijangkau seperti di Maluku Tengah,” paparnya.

Dikatakan, regenerasi kepemimpinan yang ada di Maluku Tengah, mestinya harus memperhatikan kualitas jaringan nasional dan Internasional yang dimiliki oleh figur tertentu. Hal itu penting, dalam pemanfaatan SDA guna kesejahteraan rakyat.

“Orang di Kabupaten Maluku Tengah, yang memiliki jaringan nasional bahkan internasional ini ada banyak, seperti Presiden Direktur PT. Koa Silalouw Indonesia, pak Bujair Wasolo, jaringan nasionalnya luas, kalau di Internasional beliau sangat dekat dengan Korea. Mestinya yang kaya begini harus didorong memimpin daerah pinggiran seperti Maluku Tengah,”tuturnya.

Wilayah seperti Kabupaten Maluku Tengah, kata Syamsul, membutuhkan figur pemimpin yang memiliki pengalaman serta jaringan kuat di Pemerintah Pusat, guna mendukung program Indonesia maju.

“Wasolo, hubungannya dengan Nawacita sangat bagus, kemudian dia kan orang yang memiliki jaringan kuat hingga ke Korea. Jika figur seperti ini menjadi pemimpin di Maluku Tengah, otomatis dia mampu mendatangkan investor untuk memanfaatkan SDA di sana demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat, ” paparnya.

Terpisah, Direktur PT. Koa Silalouw Indonesia, Bujair Wasolo mengaku, dirinya berencana maju dalam bursa pemilihan Bupati Maluku Tengah mendatang.

“Sebagai putra daerah Kabupaten Maluku Tengah, saya memang berencana maju dalam Pemilihan Bupati. Sasaran saya hanya satu, yakni memanfaatkan seluruh jaringan baik nasional maupun internasional yang saya miliki guna menunjang ekonomi masyarakat,”kata dia.

Ditambahkan, dengan jaringan yang dimiliki saat ini, fdia sangat yakin seluruh SDA yang dimiliki oleh Maluku Tengah, akan dilirik oleh investor mancanegara terutama negara Korea.

“Saya sekarang berkantor di Kedutaan Besar Negara Korea. Hal ini juga sudah saya komunikasikan dengan mereka, untuk ke depan bisa memasukkan investor Korea di Maluku Tengah,” ujarnya.(AHA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lintas Pulau