Connect with us

Ekonomi

Maluku Dapat Bantuan Subsidi 1.6 Juta Ton Pupuk Kaltim

Gudang Pupuk Kaltim di Passo, Ambon. -ist-

Ambon,ameksOnline.- Untuk memaksimal pemenuhan kebutuhan petani terhadap pupuk urea pihak pupuk Kaltim memberikan bantuan 1.677,755 ton kepada petani di Provinsi Maluku.

Superintendent Maluku, Papua dan Papua Barat Didik Triono mengatakan, penyaluran pupuk urea subsidi di Maluku sudah mulai dilakukan sejak terbitnya Peraturan Menteri Pertanian Tahun 2020.


“Misalnya di Kabupaten Buru, urea subsidi yang telah disalurkan sebanyak 1.011,75 ton atau 77,82% dari alokasi 1.300 ton, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sebanyak 160 ton atau 91,42% dari alokasi 175 ton, serta kabupaten lainnya yang penyaluran pupuknya juga banyak yang melebihi dari target alokasi yang telah ditetapkan pemerintah,”kata dia, dalam rilisnya yang diterima ameksOnline, Selasa (21/7) malam.

Didik menjelaskan, ketersediaan stok pupuk urea subsidi di tiga gudang pupuk Maluku, yang berlokasi di gudang Passo Ambon, Kobisonta Maluku Tengah dan Namlea, sebanyak 1.862,85 ton dan pupuk urea non subsidi sebanyak 147,5 ton, cukup untuk melayani kebutuhan petani selama 3 bulan ke depan.


“Kita salurkan pupuk subsidi agar dapat memenuhi kebutuhan petani sesuai alokasi yang diatur Kementerian Pertanian, sehingga tidak terjadi kekurangan pupuk subsidi dalam musim tanam,”ujarnya.

Menurutnya, perusahaan berkomitmen untuk mengedepankan kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di daerah, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang menjadi dasar dalam penyaluran pupuk bersubsidi. “Penyaluran tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi dalam musim tanam mendatang,” terang Didik.

Didik juga mengaku, sesuai Permentan Nomor 1 Tahun 2020, penyaluran pupuk bersubsidi ke petani harus menggunakan E-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Hal ini merupakan inovasi yang dikembangkan Kementerian Pertanian dimana tahun sebelumnya hanya menggunakan RDKK manual.


“Kami ditugaskan untuk memproduksi dan menyalurkan pupuk bersubsidi dan non subsidi. Penyaluran pupuk, khususnya subsidi, harus berdasarkan ketentuan yang berlaku, tidak hanya E-RDKK tapi SK Alokasi di setiap kabupaten juga harus ada,” jelas Didik.

Ditambahkan Didik, alokasi pupuk bersubsidi secara nasional di tahun 2020 mengalami penurunan jumlah, dari 8.874.000 ton di tahun 2019, menjadi 7.154.373 ton untuk tahun 2020, dengan cadangan 794.930 ton.

Terkait penurunan alokasi subsidi tersebut, petani diimbau tidak perlu khawatir untuk memenuhi kebutuhan pupuk, karena Pupuk Kaltim juga menyiapkan pupuk non subsidi di kios-kios.


“Pupuk non subsidi ini sebagai solusi bagi petani yang belum masuk E-RDKK, maupun mengantisipasi turunnya alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun 2020,” ujar dia.

Didik juga mengimbau petani, jika terdapat penyelewengan di lapangan terkait penyaluran pupuk bersubsidi, masyarakat dapat melaporkan hal ini ke KP3 di daerah tersebut.


“Kami berharap dengan komitmen bersama antara Pupuk Kaltim dengan Pemerintah, distributor, kios dan petani, dapat bersinergi dengan baik untuk mengutamakan kepentingan dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah distribusi kami,” terang Didik. (AHA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi