Connect with us

Politik

Maluku Dukung dan Siap Ikut Munaslub PKPI

Ketua DPP PKPI Maluku, Lenda Noya

Ambon, ameksOnline.—Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Maluku telah siap mengikuti Musyawarah Luar Biasa (Munas) pada 25 Mei 2021 mendatang. Aspirasi pengurus di kabupaten/kota maupun provinsi akan disampaikan dalam forum tertinggi partai tersebut.

Munaslub ini dilaksanakan untuk mememilih dan menetapkan ketua umum PKP Indonesia yang baru, karena mantan ketua umum Diaz Faisal Hendropriyono telah mengundurkan diri. Pengunduran diri Diaz disampaikan secara langsung kepada ketua, sekretaris, dan bendahara DPP Se-Indonesia yang mengikuti Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) secara virtual, 7-8 Mei lalu untuk membahas kesiapan PKPI  menuju pemilu legislatif tahun 2024.

Ketua DPP PKP Indonesia Maluku, Lenda Noya mengatakan, seluruh ketua DPP kaget dengan surat pengunduran Diaz Faisal Hendropriyono dibacakan oleh pimpinan sidang yang juga pelaksana tugas (Plt) Sekretaris jenderal, Keke Parawangsa. Pengunduran diri Diaz  telah diketahui ketua dewan pembina PKPI, A. M. Hendropriyono.

Mantan ketum PKP Indonesia, itu mengingatkan seluruh kader agar tidak kwathir karena ia dan seluruh jajarannya tetap bersama partai tersebut untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia.

“Dalam surat pengunduran diri tersebut, dijelaskan bahwa  kerena penugasan negara  yang diberikan bapak Presiden Jokowi  kepada beliau (Diaz Hendropriyono)  sebagai staf khusus presiden  membutuhkan kerja keras dan tanggung jawab kepada negara,  maka beliau harus mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum PKPI,”kata Lenda kepada Ambon Ekspres, Jumat (21/5).

Selain itu juga dibacakan hasil rapat pleno
DPN PKP Indonesia yang sudah menetapkan Sunan Kalijaga sebagai Plt Ketua Umum PKP Indonesia, dan bertugas melaksanakan Munaslub yang direncanakan di gedung Sekar Wijaya Kusuma Jakarta.

“Dalam Munaslub ini akan membicarakan dan memutuskan  surat pengunduran diri bapak Diaz Faisal hendropriyono, apakah diterima atau ditolak  oleh DPP dan DPK (Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota) seluruh Indonesia,  dan sekaligus  memilih dan menetapkan ketua umum PKP Indonesia  periode 2021-2026,”jelasnya.

Srikandi PKP Indonesia Maluku ini menandaskan,  dinamika politik  di setiap  jajaran  partai harus diselesaikan  sesuai    AD /ART  dan aturan partai.

“Dan  menghadapi Munaslub tanggal 25 Mei 2021, Dewan Pimpinan Provinsi Maluku dan 11 Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota se-Maluku  siap menghadiri dan membawa aspirasi kita, dan ikut menyukseskan agenda tersebut,”pungkasnya. (tab)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Politik