Connect with us

Berita Utama

Mau Menang Pilgub Maluku? Ini Yang Harus Diperbaiki Murad

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby.

Ambon, ameksOnline.-Murad Ismail belum pasti kembali bertarung pada Pilkada Maluku 2024. Tetapi bila maju lagi, Murad belum tentu menang dengan mudah. Ada tiga faktor penting yang menjadi penentu.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby, menyebutkan, tiga faktor itu ialah keserentakan pilkada dan pemilu, kinerja, dan personality Murad Ismail.

Keserentakan pilkada gubernur, bupati, dan walikota akan membuka peluang bagi partai-partai besar seperti PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra dan Nasdem berkoalisi.

Jika partai-partai tersebut berkoalisi untuk mengusung Murad Ismail sebagai calon gubernur petahana, peluang menang sangat besar. Sebab, koalisi Pilgub kemungkinan sama dengan koalisi di Pilkada bupati dan walikota.

“Partai-partai besar akan berusaha satu paket koalisi antara pilkada kabupaten/kota dan provinsi. Kalau partai-partai kecil, mungkin provinsi dan kabupaten kota, bisa beda,”jelas Ajie kepada ameksOnline via seluler, Kamis (25/2).

Soal kinerja, kata Ajie, akan dilihat pada dua tahun terakhir periodisasi. Dalam dua tahun pertama pemerintahannya, Murad Ismail mendapat beragam kritik.

Murad masih punya waktu dua tahun lebih memperbaiki kinerjanya. Selain untuk keberhasilan pemerintahannya, juga untuk mendapat dukungan politik dari publik. “Seberapa banyak program populis dan menarik bagi publik, itu yang menjadi faktor penentu juga untuk petahana,”paparnya.

Personality atau kepribadian Murad juga menjadi faktor penting. Pilgub Maluku 2018, ungkap Ajie, tingkat kepuasaan publik terhadap Said Assagaff, calon gubernur petahana saat itu, cukup baik.

“Tapi, secara personal, keinginan orang untuk memilih (Said Assagaff) kembali kan rendah. Ini memang harus kita lihat lagi petahana saat ini,”jelasnya.

Menurut dia, Murad sudah harus serius menata semua hal, bila ingin bertarung lagi di pilkada gubernur Maluku. Yang terpenting adalah memperbaiki perangkat komunikasi publiknya, terutama memaksimalkan publikasi capain-capain programnya ke masyarakat.

“Jadi, mungkin saja banyak program beliau yang bagus tetapi tidak terpublikasi secara maksimal. Justru sebaliknya, ketika ada satu dua kesalahan itu kemudian dikapitalisasi,”sarannya.

Hal ini penting dilakukan karena, mulai muncul sejumlah figur yang digadang-gadang akan maju pada pilgub 2024. Tiga diantaranya, Ketua DPD Golkar Maluku, Ramly Umasugi, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, dan mantan bupati Maluku Tengah Abdullah Tuasikal.

“Orang akan berpikir ada peluang, karena Pilkada 2024 serentak. Yang penting partai di atas cocok untuk berkoalisi, bisa kuat hingga ke kabupaten/kota,”pungkasnya. (tab)

1 Comment

1 Comment

  1. Fadly Tuaputty

    Maret 1, 2021 at 4:37 am

    Saya kurang yakin Murad Ismail akan berani utk ikut bertarung lagi.
    Jikapun dia “nekat” maju lagi, peluang menangnya hampir tdk ada samasekali.
    Dia telah kehilangan momentum.
    Meski dia adalah Ketua DPD PDI-P Maluku, di kantong-kantong PDI-P pun dia telah kehilangan simpati.
    Dan tdk ini tdk mudah bisa d’rekonstruksi dlm sisa waktu masa jabatannya ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama