Connect with us

Lintas Pulau

Mesin Rusak, Warga Manipa Datangi PLN Maluku

demo pln maluku
Himpunan Mahasiswa Pulau Manipa (HMPM) melakukan aksi demonstrasi di PLN Wilayah Maluku Maluku Utara, Senin (12/4). Mereka mengecam adanya sistem menyala bergilir di Bulan Ramadan, akibat kerusakan mesin PLN di Kecamatan Manipa. -Wahab-

Ambon, ameksOnline.- Listrik merupakan kebutuhan utama, apalagi di jelang bulan suci Ramadan. Banyak kebutuhan yang bergantung pada listrik. Namun, terkadang pelayanan PLN tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat. PLN Ranting Manipa misalnya, saat ini berlakukan menyala giliran akibat kerusakan mesin.

Himpunan Mahasiswa Pulau Manipa (HMPM) Maluku kemudian melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk protes ke PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara yang memiliki tugas dan tanggungjawab terhadap semua persoalan PLN di Provinsi ini.

Aksi yang berlangsung
di depan kantor PLN Maluku- Maluku Utara Senin (12/4). Pimpinan PLN wilayah Maluku Maluku Utara dianggap tidak mampu melaksanakan tugasnya secara baik, terutama dengan memonitoring kesiapan mesin pada setiap PLN ditingkat Kecamatan.

Pihak PLN selalu mengaku akan di upayakan kerusakan yang ada. Namun realisasi dari janji itu tidak pernah ada. Ini pembohongan yang dilakukan PLN kepada masyarakat, terutama masyarakat Manipa.

“Kerusakan mesin di PLN ranting Manipa bukan baru sekali. Sudah berkali-kali. Dan kali ini terjadi lagi kerusakan bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Kami minta PLN wilayah bisa menyikapinya dengan cepat. Jangan lagi janji kosong,” teriak tokoh Pemuda Manipa Hasan Pelu saat menyampaikan orasinya.

Kordinator Lapangan (Korlap) Syarif Papalia juga mengatakan demikian, baginya tanggungjawab PLN kepada pelanggan adalah memberikan pelayanan yang baik, jika terjadi kerusakan, maka harus secepatnya disikapi. Bukan diam.

Apalagi kata dia, kerusakan bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Mesin yang berfungsi saat ini tidak mampu melayani semua pelanggan. Sementara kebutuhan listrik sangat diperlukan. Baik di rumah maupun pada saat Sholat tarawih dan tadarus nanti.

Beberapa tuntutan yang disampaikan salah satunya mendesak percepatan perbaikan kerusakan mesin. Kemudian, diminta agar ada penambahan mesin yang layak untuk PLN ranting Manipa.

Ini perlu karena, masyarakat Manipa juga bagian dari warga Indonesia yang harus mendapatkan perhatian sebagaimana mestinya.

“Kami ingatkan kepada Pimpinan PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara agar sebelum pertengahan Ramadan, mesin yang rusak sudah diperbaiki dan beroperasi dengan melayani masyarakat di Kecamatan Manipa. Sehingga tidak lagi ada pemadaman giliran,” tegas Syarif.

Aksi yang berlangsung tidak lama itu, Para Pendemo akhirnya dipertemukan dengan pimpinan PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara yang di Wakili oleh Kabag Umum
Khairul Hatala. Khairul pada kesempatan itu, mengatakan tuntutan HMPM terkait kerusakan mesin di PLN Manipa menyebabkan terjadinya menyala giliran akan disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

“Pak Pimpinan tidak berkesempatan hadir, karena sedang mengikuti kegiatan. Tapi tuntutan yang disampaikan akan kami tindaklanjuti ke beliau, sehingga ada langkah yang dilakukan,” kata Hatala.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pulau Manipa Supahmi Wance menegaskan, HMPM memberikan waktu kepada PLN paling lambat satu Minggu ke depan sudah ada informasi tentang perbaikan kerusakan mesin.

Jika tidak, aksi kedua akan dilakukan. “Saya kira perjuangan ini belum selesai. Kita berikan waktu untuk PLN selama satu Minggu ke depan. Jika belum ada jawaban pasti, kita aksi lagi,” sahut Sufahami.

Informasi yang diterima media ini dari internal PLN ranting Manipa menyebutkan bahwa ada 4 mesin yang digunakan. Satu diantaranya dengan daya 250 KV mengalami kerusakan. Sementara 3 lainnya sementara beroperasi, masing-masing dengan daya 100 KV sehingga total 300 . Jumlah ini tidak mampu melayani semua pelanggan di Kecamatan itu.

Parahnya lagi, saat beroperasi hanya sebatas 60 KV tidak bisa sampai 90 atau 100. Jika dipaksakan berpengaruh ke mesin dan menyebabkan terjadinya pemadaman. Mesin yang didatangkan banyak yang bekas, ditambah mesin lama yang sudah kurang bertenaga.

“Saat ini ada 3 mesin beroperasi masing-masing 100 KV total 300. Yang 250 itu mesin besar sementara ada rusak. Tiga mesin ini tidak mampu melayani semua. Sudah dipaksakan tetapi tidak bisa dampaknya ke mesin dan terjadi pemadaman,” jelas sumber.

Dijelaskan untuk kerusakan mesin besar, sudah ada dua tenaga mekanik didatangkan dari Ambon untuk mengecek kerusakan yang ada. Namun belum diketahui kapan ini diperbaiki.

“Sudah ada yang datang dan cek langsung kerusakannya. Katanya ada beberapa alat yang rusak. Tapi kami belum tau kapan pemasangan alat baru itu,” sahut sumber.

Ia juga berharap kepada PLN Wilayah untuk bisa mengantikan mesin yang ada di PLN ranting Manipa. Karena mesin yang ada sudah kurang maksimal. Akibatnya sering terjadi pemadaman.

“Mesin yang ada sudah kurang maksimal, sering rusak. Makanya terjadi pemadaman. Kalau yang didatangkan itu mesin bekas tidak lama dipakai sudah gangguan. Kita berharap ada perhatian PLN wilayah terhadap masalah ini dengan mendatangkan mesin yang lebih layak lagi,” ungkapnya. (WHB)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lintas Pulau