Connect with us

Berita Utama

Nekat Berangkat, Ini Penjelasan Ketua DPRD Ambon

Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta.

Ambon, ameksOnline. – Diserang, dikritik, sampai di caci masyarakat, Anggota DPRD Kota Ambon tetap nekat berangkat menuju Jakarta. Mereka akan melaksanakan studi banding ke Kota Bekasi, Jawa Barat.

Mereka yang berangkat berjumlah 34 orang. Satu orang, anggota DPRD dari Fraksi PDIP, Jafry Taihutu memilih tidak berangkat. Ketika dikonfirmasi, dia menolak berkomentar. “Nanti dengan ketua (Ketua DPRD Kota Ambon),” ungkap mantan wartawan ini, kepada Ambon Ekspres.

Sebelumnya Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisutta yang dikonfirmasi mengatakan, tujuan keberangkatan pimpinan dan anggota DPRD untuk pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019. 

‘’Teman-teman di Badan anggaran (Banggar) melakukan kunjungan kerja (Kunker) dibeberapa daerah zona hijau untuk mencari referensi terkait dengan pembahasan tersebut,” kata Toisuta beberapa waktu lalu. 

Menurut politisi Partai Golkar ini, keberangkatan Banggar sekaligus dengan komisi sudah masuk dalam agenda DPRD. ‘’Dengan Covid-19 ini kan semua agenda komisi kemarin ini untuk melakukan kunjungan ke beberapa kementerian tertunda, sehingga sebelum masuk pada masa sidang berikut komisi melakukan kunjungan ke kementerian, sekaligus ke beberapa daerah untuk mengambil referensi. Daerah yang akan dikunjungi yakni Bogor dan Bekasi,’’ tandasnya. 

Akademisi Universitas Pattimura Ambon, Sherlock Halmes Lekipiouw menilai, keberangkatan wakil rakyat itu tidak memiliki urgensi penting. Selain itu, tak memiliki alasan yang cukup  mendasar. 

Masyarakat, kata dia, saat ini sangat membutuhkan kerja mereka membantu pemerintahmenyelesaikan persoalan pandemik. “Keberangkatan DPRD kota ini aneh, dan patut dipertanyakan. Mengapa?  Karena menurut saya harusnya DPRD menyelesaikan dulu evaluasi kebijakan Pemkot soal PSBB dengan segala turunan kebijakannya,” kata Sherlock.

 Menurut dia, masih banyak pekerjaan Pemerintah Kota Ambon yang menyisahkan sejumlah persoalan baru di masyarakat. Dan itu yang semestinya diselesaikan oleh mereka, daripada berangkat ke Jakarta.

Agenda study banding ketiga daerah di tengah pandemik saat ini, justeru menimbulkan kesan yang sulit dipahami secara racional oleh masyarakat. “Ini justru menjadi soal karena saya juga tidak pernah mengetahui persis apa alasannya karena itu pertanyaannya harusnya dijawab oleh DPRD sendiri kepada publik,”tandasnya.(AKS/AHA)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita Utama